ICMI Dukung Mentan Amran Berantas Serakanomics dan Mafia Pangan

2026-01-11 03:35:52
ICMI Dukung Mentan Amran Berantas Serakanomics dan Mafia Pangan
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mendukung langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran dalam membongkar praktik serakanomics dan memberantas mafia pangan yang selama ini menguasai sektor pangan nasional.Wakil Ketua Umum PP ICMI, Priyo Budi Santoso, mengatakan ICMI berada satu jalur dengan Amran dalam misi besar mengembalikan hak ekonomi rakyat kecil dan mengakhiri dominasi satu-dua kelompok yang selama ini menguasai sektor pangan strategis."Kami di ICMI sejalan dengan gebrakan Pak Amran. Serakanomics harus dihentikan. Mafia pangan tidak boleh lagi menguasai sektor-sektor strategis yang menjadi hak rakyat kecil," kata Priyo, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11/25).Priyo mengatakan serakanomics merupakan ancaman nyata yang menggerus keadilan sosial. Menurutnya, praktik serakanomics di sektor pangan telah berlangsung lama dan berdampak langsung pada ketidakadilan ekonomi. Priyo menyebut, jika serakanomics terus dibiarkan, sendi-sendi keadilan sosial akan runtuh dan potensi guncangan sosial tidak bisa dihindari."Jika ini tidak segera dibenahi dan waktu kita sangat pendek maka potensi guncangan sosial di lapangan sudah berada di depan mata. Saya mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo, terlebih jika beliau benar-benar membackup ide-ide kerakyatan untuk menyelamatkan ekonomi demi keadilan bersama," ungkapnya.Tak hanya itu, ICMI juga mengeluarkan peringatan keras kepada para mafia pangan yang diduga selama ini mengendalikan rantai pasok dan menekan ekonomi rakyat. Priyo menegaskan era kenyamanan bagi kelompok pelaku besar yang meraup keuntungan secara tidak adil harus berakhir."Nama-namanya sudah kami tahu. Selama ini mereka hidup nyaman. Saya pastikan ke depan hidup mereka akan kita monitor," tegasnya.Priyo menambahkan pembenahan sektor pangan adalah langkah strategis yang akan menentukan ketahanan dan masa depan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, ICMI mendorong Amran untuk tetap tegas dan tidak goyah dalam agenda pemberantasan mafia pangan dan serakanomics."Saya minta Pak Amran tidak ragu. Karena ujung dari semua serakanomics ekonomi ini adalah kehancuran keadilan sosial. Langkah Mentan Amran berantas serakanomics adalah upaya penyelamatan bangsa," ujarnya.Priyo turut menegaskan dukungan ICMI terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai memberikan ruang dan dorongan kuat terhadap langkah-langkah kerakyatan yang dijalankan Mentan Amran. Menurut Priyo, keberpihakan Presiden terhadap agenda penguatan ekonomi rakyat menjadi landasan penting untuk memperbaiki struktur keadilan ekonomi nasional."Kalau Presiden membackup ide-ide kerakyatan ini, itu adalah jalan terbaik untuk penyelamatan ekonomi kita. Dan ICMI berada di jalur yang sama," ujarnya.Priyo mengatakan tidak ada pilihan lain bagi bangsa ini selain memulihkan keadilan, memperkuat pemerataan, dan menuntaskan praktik serakanomics yang selama ini menjadi penghambat kemajuan ekonomi rakyat. Ia menilai agenda besar Mentan Amran harus menjadi gerakan bersama untuk membersihkan sektor pangan dari dominasi mafia."Ini soal keadilan, pemerataan, dan masa depan Indonesia. Mafia pangan harus tamat. Dan gebrakan Menteri Amran harus kita dukung sepenuhnya," tutupnya.Lihat juga Video Seberapa Serius Prabowo Berantas Serakahnomics?[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-11 03:26