Kronologi Kasus Bully Siswa SMPN 19 Tangsel, Korban Meninggal Dunia

2026-01-12 04:28:06
Kronologi Kasus Bully Siswa SMPN 19 Tangsel, Korban Meninggal Dunia
- MH (13), siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan yang diduga menjadi korban perundungan sejak awal masuk sekolah, meninggal dunia di ruang ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi.Ia wafat setelah hampir sebulan berjuang melawan luka serius di kepala yang diduga akibat dipukul menggunakan kursi besi oleh teman sekelasnya.Kabar meninggalnya MH dibenarkan oleh Lembaga Bantuan Hukum Korban yang mendampingi keluarga.“Korban sudah tidak ada. Ini saya lagi otw RS,” ujar Alvian, pendamping dari LBH Korban, Minggu pagi.Menurut Alvian, informasi diterima sekitar pukul 06.00 WIB dari pihak keluarga. Kabar duka tersebut juga dikonfirmasi oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.Baca juga: Siswa SMPN Tangsel yang Dibully Meninggal, 6 Saksi Diperiksa“Iya, ini saya langsung jalan ke rumah duka,” kata Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Deden Deni.Unggahan akun Instagram @seputartangsel lebih dulu menyebarkan kabar bahwa MH mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 07.00 WIB.Kisah pilu MH disebut telah berlangsung sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ibunya, Y (38), mengatakan anaknya mulai mendapat perlakuan kasar sejak hari-hari pertama sekolah.“Awal dari MPLS udah kena juga dia, ditabokin sampai tiga kali,” kata Y saat ditemui Kompas.com, Senin Tindakan intimidasi itu terus berulang. Menurut Y, MH kerap ditusuk sedotan berulang kali di tangan, ditendang lengannya saat sedang belajar dan dipukul di punggung.Mh disebut-sebut mengalami kekerasan fisik hampir setiap hariPuncaknya terjadi pada Senin ketika kepala MH dihantam menggunakan kursi besi oleh siswa yang sama.Baca juga: Siswa SMPN Tangsel Diduga Korban Bullying Meninggal, Wali Kota Sebut Punya TumorPada hari kejadian, MH tidak langsung berani bercerita. Saat itu ibunya baru saja keluar dari ruang ICU dan sedang dalam masa pemulihan.“Dia enggak langsung bilang karena saya baru keluar dari ICU, dia takut,” ujar Y.MH baru mengakui kejadian tersebut keesokan harinya. Y melihat anaknya linglung, berjalan tidak stabil, dan gerakan matanya tampak janggal. Setelah didesak berulang kali, MH akhirnya mengaku bahwa ia dipukul menggunakan kursi besi.


(prf/ega)