Pidato Lengkap Gibran di KTT G20 soal Kesenjangan Digital hingga Hilirisasi

2026-01-12 06:38:53
Pidato Lengkap Gibran di KTT G20 soal Kesenjangan Digital hingga Hilirisasi
JOHANNESBURG, - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menyinggung soal kesenjangan digital, artificial intelligence (AI), serta hilirisasi dalam pidatonya di sesi ketiga forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Minggu .Di awal pidatonya, ia berbicara soal pentingnya AI. Ia menyebut AI menentukan kekuatan ekonomi masa depan."Masa depan yang adil dan setara bagi semua. Ini adalah tujuan bersama kita, tetapi kita harus jujur, apakah kita sedang bergerak menuju masa depan itu atau menjauh darinya?" kata Gibran dalam bahasa Inggris di hadapan kepala negara G20."AI akan menentukan kekuatan ekonomi selama beberapa dekade mendatang," sambung Gibran.Baca juga: Bicara AI, Gibran Soroti Ketimpangan Teknologi di Hadapan Pimpinan DuniaNamun, ia berpandangan, pemanfaatan AI saat ini masih sangat timpang dan terkonsentrasi di segelintir perusahaan dari beberapa negara maju."Jika ketimpangan ini berlanjut, kesenjangan digital akan semakin dalam," imbuh dia.Gibran juga menyinggung soal hilirisasi yang diterapkan di Indonesia.Sebab, banyak negara berkembang mengekspor bahan mentah, namun nilai manfaat sebenarnya justru diambil pihak lain."Inilah mengapa Indonesia memilih jalan yang berbeda. Kita membangun industri di dalam negeri dan berinvestasi dalam transformasi hilirisasi, serta memastikan rakyat kita mendapatkan manfaat dari kekayaan alam mereka sendiri," papar Gibran.Baca juga: Gibran Berpidato di Sesi 3 KTT G20: AI Tentukan Kekuatan Ekonomi Masa DepanBerikut ini pidato lengkap Gibran dalam sesi ketiga KTT G20:Yang Mulia, Presiden Ramaphosa (Presiden Afrika Selatan, tuan rumah -red), Yang Mulia, para pemimpin negara-negara G20.Masa depan yang adil dan setara bagi semua.Ini adalah tujuan bersama kita, tetapi kita harus jujur, apakah kita sedang bergerak menuju masa depan itu atau menjauh darinya?AI akan menentukan kekuatan ekonomi selama beberapa dekade mendatang.Namun hari ini, manfaatnya masih sangat timpang, terkonsentrasi di segelintir perusahaan dari beberapa negara maju.


(prf/ega)