Mutasi ASN Dikeluhkan Soleh Solihun, DPRD DKI: Itu Konsekuensi Pegawai

2026-01-12 06:51:24
Mutasi ASN Dikeluhkan Soleh Solihun, DPRD DKI: Itu Konsekuensi Pegawai
JAKARTA, – Wakil Ketua Komisi A DPRD Jakarta, Alia Noorayu Laksono, angkat suara menanggapi kritik komika Soleh Solihun mengenai sistem mutasi pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang dinilai terlalu mendadak.Menurut Alia, konsekuensi sebagai aparatur sipil negara memang menuntut pegawai untuk siap dipindahkan kapan pun dibutuhkan.“Namanya juga civil servant atau pegawai negeri, memang harus siap ditugaskan di manapun dan kapanpun,” ujar Alia di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu .Baca juga: Soleh Solihun Kritik Mutasi Mendadak di Pemprov DKI, Stafsus Gubernur Angkat SuaraIa mengakui bahwa dalam praktiknya, beberapa pegawai memang menerima penugasan baru dengan waktu persiapan yang sangat singkat.Namun hal ini, kata dia, merupakan risiko yang melekat pada profesi sebagai pelayan publik.“Risikonya, kadang penugasan baru datang dengan waktu persiapan yang minim. Tapi sebagai pelayan publik, ready or not, ya harus siap,” lanjut dia.Alia juga menegaskan bahwa dirinya percaya proses mutasi yang dijalankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.“Kalau Pak Gubernur sudah menyampaikan bahwa mutasi itu dilakukan sesuai prosedur, saya percaya beliau memang menjalankannya sesuai aturan,” ujar Alia.Baca juga: Soal Kritik Soleh Solihun, Rano: Mutasi Pegawai Tak Mungkin Mendadak, Prosesnya PanjangWakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebelumnya juga membantah kritik Soleh Solihun.Ia memastikan mutasi tidak pernah dilakukan secara tiba-tiba, dan seluruh proses dilakukan melalui mekanisme panjang.“Enggak mungkin mendadak. Prosesnya panjang,” ucap Rano saat ditemui di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa .Rano menjelaskan bahwa selama enam bulan masa kepemimpinannya bersama Gubernur Pramono Anung, baru kali ini Pemprov DKI melaksanakan rotasi.Karena itu, ia membantah anggapan bahwa pelantikan pada November lalu dilakukan secara tergesa-gesa.Baca juga: Pramono Lantik 1.882 Pejabat Baru untuk Isi Jabatan Kosong di Jakarta“Bahkan kita selama enam bulan menjadi pimpinan di Jakarta, baru kita terjadi rotasi. Jadi bukan persiapan pendek,” kata dia.Kritik Soleh Solihun mencuat setelah ia mengunggah keluhan melalui akun X miliknya pada Kamis .


(prf/ega)