Ibadah Natal Berjalan Aman, Gereja Katedral Ucapkan Terima Kasih ke TNI-Polri

2026-01-16 16:31:59
Ibadah Natal Berjalan Aman, Gereja Katedral Ucapkan Terima Kasih ke TNI-Polri
Gereja Katedral telah menyelesaikan penyelenggaraan ibadah misa Natal 2025 dengan aman dan lancar. Pihak Gereja Katedral pun menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu mengamankan penyelenggaraan kegiatan ibadah dari awal hingga selesai."Saya mau mengucapkan terima kasih banyak atas segala dukungan dari jajaran TNI, Polri, kemudian juga dari ormas, kemudian juga dari Satpol PP," kata Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie kepada wartawan di gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).Susy turut menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Masjid Istiqlal yang telah menyediakan parkir bagi para jemaat serta dibukanya terowongan silaturahmi untuk mempermudah proses jemaat menuju ke gereja."Dan tidak ketinggalan juga dari teman-teman terdekat yaitu Badan Pengelola Masjid Istiqlal untuk menyediakan parkir, kemudian juga terowongan silaturahmi kita bisa buka, kemudian juga di Sekolah Santa Ursula, Kantor Pos, kemudian Bekang TNI AD," ujar Susy."Dan juga semua jajaran yang telah membantu, bagaimana juga TNI, Polri, dengan setia setiap hari mendampingi dengan sterilisasi dan sebagainya, dan pendampingan. Dan juga tak lupa yang terdekat yaitu rekan-rekan Polsek dan juga Koramil yang juga di bawah Polres Jakarta Pusat," lanjutnya.Tak lupa, Susy juga menyampaikan permohonan maaf jika selama proses pelaksanaan masih ada hal yang kurang maksimal. Dia berharap damai Natal membawa sukacita."Dan mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan, dan juga yang belum tersebutkan misalnya, mohon maaf dan juga kami mengucapkan terima kasih banyak dan Selamat Natal bagi yang merayakan. Dan juga bagi semua, semoga damai Natal dan sukacita Natal membawa terang dan harapan bagi kita semua," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 14:45