Jember Dikepung Banjir, Warga Berbondong-bondong Selamatkan Diri

2026-01-12 06:35:13
Jember Dikepung Banjir, Warga Berbondong-bondong Selamatkan Diri
JEMBER, - Banjir hingga tanah longsor melanda banyak wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pasca-hujan mengguyur sejak siang hingga petang pada Senin .Banjir luapan dari Sungai Bedadung pun terjadi di wilayah Jember kota, yang berada di dekat Jalan Bengawan Solo hingga Jalan Sumatra Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.Pantauan Kompas.com, air sudah merendam belasan rumah yang berada di bantaran sungai. Kemudian, warga berbondong-bondong lari ke tempat yang lebih tinggi menyelamatkan diri dan membawa barang-barang penting.Di sepanjang jembatan, banyak masyarakat sekitar yang memantau debit dan ketinggian air Sungai Bedadung sejak sore.Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Hanyutkan 7 Madrasah, Kemenag Usulkan Bangun UlangTak hanya mengakibatkan warga menyelamatkan diri, banjir juga menyebabkan sebagian akses jalan menuju Jalan Sumatra ditutup.Abdullah, warga Jalan Bengawan Solo Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, mengaku bahwa mulai waspada air sungai meluap ke pemukiman sejak sore.Dia pun menyelamatkan sejumlah barang-barang penting di rumahnya ke rumah tetangga yang ada di area lebih tinggi, lantas mengajak istri dan anak-anaknya mengungsi."Saya sudah sadar sejak sore, hujan tadi banyak warga yang tidur. Itu banyak rumah yang sudah terendam," ujarnya sembari menunjuk sungai dari atas jembatan Semanggi kepada Kompas.com.Baca juga: Bupati Jember Gus Fawait Pilih Bawa Tenda Sendiri Saat Blusukan daripada Merepotkan DesaAbdullah mengatakan bahwa rumahnya belum terendam air, namun dia khawatir air semakin tinggi dan ikut merendam rumahnya."Bandang ini nanti, bandang, hati-hati," katanya kepada orang-orang yang melintas.Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan sejumlah relawan terpantau telah turun ke lokasi membantu evakuasi warga sembari memantau kondisi.Hingga kini, belum ada laporan resmi dari BPBD Jember lantaran masih berjibaku melakukan aksi penanggulangan di berbagai titik terdampak banjir dan longsor.Namun, Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo telah menyampaikan peringatan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang pada Senin sore."Dalam perkembangan hingga pukul 17.11 WIB, sejumlah kejadian dilaporkan, antara lain pohon tumbang di beberapa titik, tanah longsor di Ledokombo dan Arjasa, serta kenaikan debit air di sejumlah sungai seperti Sungai Kalijompo, Gila, Rembangan, dan Bedadung," katanya.Baca juga: Diperbaiki Setelah Rusak Bertahun-tahun, Sekolah di Jember Ini Pasang Ucapan Terima Kasih ke Prabowo dan Gus FawaitMenurut Indra, luapan air sungai mengakibatkan genangan di permukiman warga, merendam jalan raya, memutus jembatan penghubung, hingga masuk ke rumah warga di beberapa wilayah.Titik lain yang terdampak banjir berada di Kelurahan Kepatihan. Serta, jembatan di Sungai Petemon, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari jebol akibat debit air meningkat.Selain itu, genangan air yang melanda di Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates yang merupakan kediaman mantan Bupati Jember Hendy Siswanto dilaporkan telah mencapai setinggi pinggang orang dewasa.Gardu listrik di Kecamatan Patrang roboh sehingga membahayakan pengguna jalan."Sekarang masih assessment dan sebagian kejadian masih dalam proses penanganan oleh BPBD," ujar Indra.Baca juga: 7 Pendemo di Jember Divonis Bersalah, Akan Bebas 17 Desember 2025


(prf/ega)