AS Depak Afrika Selatan dalam Pertemuan G20, Ramaphosa Pilih Vakum

2026-01-11 03:19:11
AS Depak Afrika Selatan dalam Pertemuan G20, Ramaphosa Pilih Vakum
WASHINGTON DC, - Amerika Serikat (AS) mengecualikan Afrika Selatan dari pertemuan G20 pertama di bawah kepemimpinan Washington.Sherpa (perwakilan negara) G20 dari Rusia Svetlana Lukash mengatakan, keputusan tersebut memicu reaksi publik yang luas, sebagaimana dilansir Antara."Memang, Afrika Selatan tidak diundang tahun ini bukan hanya untuk menghadiri KTT, tetapi juga untuk berpartisipasi dalam rangkaian kerja G20. Isu ini cukup menggema," kata Lukash.Baca juga: Selama Trump Jadi Presiden AS, Afrika Selatan Mau Vakum dari G20Sebelumnya, pada 15-16 Desember, Washington menjadi tuan rumah pertemuan pertama perwakilan negara-negara G20 di bawah kepemimpinan AS yang baru.AS berencana untuk mengadakan KTT para pemimpin G20 di Miami pada Desember 2026 mendatang.Pada 3 Desember lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Washington tidak akan mengundang Afrika Selatan ke pertemuan G20 selama kepemimpinan AS.Rubio menuduh Afrika Selatan telah melakukan rasisme terhadap warga Afrikaner, etnis keturunan Belanda di sana.Baca juga: Kemarin Absen di G20, Trump Kini Ogah Undang Afrika Selatan ke KTT MiamiSelain itu, Rubio menuding bahwa selama kepemimpinan G20, Afrika Selatan telah fokus pada perubahan iklim, keragaman, inklusivitas, dan ketergantungan Afrika pada bantuan asing, namun mengabaikan permintaan dan perspektif AS.Diberitakan sebelumnya, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bercanda akan vakum dari G20 selama Donald Trump memimpin ASHal tersebut disampaikan juru bicara Ramaphosa, Vincent Magwenya, sebagaimana dilansir Reuters, pada 4 Desember 2025.Sebelum melontarkan hal tersebut, Trump tidak datang ke KTT G20 di Afrika Selatan pada November lalu. Bahkan, tidak ada satu pun delegasi AS yang hadir dalam KTT, padahal Washington memegang presidensi bergilir setelah Afrika Selatan.Baca juga: Afrika Selatan Ngamuk Usai Dilarang Trump Hadiri KTT G20 2026, Sebut Akan Tetap DatangUsai resmi mengambil alih jabatan presiden bergilir presiden G20, Trump menyatakan tidak akan mengundang Afrika Selatan."Kira-kira pada waktu yang sama tahun depan, Inggris akan mengambil alih kepresidenan G20. Kami akan dapat terlibat secara bermakna dan substantif mengenai hal-hal yang benar-benar penting bagi seluruh dunia," kata Magwenya."Untuk saat ini, kami akan mengambil jeda hingga kami melanjutkan program normal," sambungnya.Hubungan antara Washington dan Pretoria telah mencapai titik terendah tahun ini.Trump telah berulang kali membuat klaim palsu tentang genosida kulit putih di Afrika Selatan dan mengkritik negara tersebut.Baca juga: PM Jepang Berjam-jam Pilih Baju untuk KTT G20, Bingung Mau Pakai Apa


(prf/ega)