Spin-off Bisnis Fiber Telkom Dinilai Upaya Optimalisasi Aset Infrastruktur

2026-01-16 06:43:34
Spin-off Bisnis Fiber Telkom Dinilai Upaya Optimalisasi Aset Infrastruktur
JAKARTA, — PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 12 Desember 2025.Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Pemisahan Sebagian Bisnis dan Aset Wholesale Fiber Connectivity (Tahap I).Rencana spin-off ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah pengamat dan pemangku kepentingan industri telekomunikasi.Baca juga: Usai Spin-Off Aset Fiber, Infranexia Bakal IPO? Ini Penjelasan Bos Telkom (TLKM) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat penurunan laba bersih 10,69 persen pada kuartal III-2025. Meski begitu, perusahaan tetap fokus memperkuat bisnis digital dan infrastruktur jaringan.Langkah tersebut dipandang relevan dengan perkembangan global sektor telekomunikasi serta berpotensi memberikan dampak positif terhadap struktur pasar dan pengelolaan aset infrastruktur digital di Indonesia.Anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina mengatakan bahwa rencana pemisahan bisnis tersebut merupakan langkah progresif yang telah dirancang secara matang oleh Telkom.“Rencana pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke anak usaha, Telkom Infrastruktur Fiber (TIF), merupakan bagian dari strategi jangka panjang Telkom untuk melakukan transformasi dan optimalisasi aset,” ujar Nevi dalam keterangannya, Senin .Menurut Nevi, inisiatif ini bukan sekadar penyederhanaan struktur bisnis, tetapi sebuah langkah strategis untuk memfokuskan lini usaha dan memperjelas nilai tambah dari aset infrastruktur yang selama ini dikelola Telkom.Baca juga: Telkom (TLKM) Beberkan Progres Spin-Off Anak Usaha TIF, Target Rampung Penuh 2026Pemisahan tersebut juga dinilai selaras dengan tren global perusahaan telekomunikasi, yakni pemisahan entitas infrastruktur (InfraCo) dari penyedia layanan (ServiceCo).“Pemurnian bisnis seperti ini memungkinkan Telkom Group untuk meningkatkan efisiensi operasional dan agilitas dalam setiap unit bisnisnya. Wholesale fiber adalah bisnis infrastruktur yang modal-intensif dan memerlukan fokus pada utilisasi aset serta layanan wholesale netral,” jelasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-16 04:37