Menagih Humor Gus Dur di Tengah Defisit Islah

2026-01-16 19:39:50
Menagih Humor Gus Dur di Tengah Defisit Islah
DESEMBER bukan sekadar penutup kalender. Bagi warga Nahdliyin dan bangsa Indonesia, ia adalah "Bulan Gus Dur".Ritual haul yang digelar di berbagai penjuru bukan sekadar ziarah nostalgia, melainkan upaya memanggil kembali ruh kepemimpinan yang menghargai manusia di atas struktur.Namun, haul tahun ini terasa getir. Di tengah gempita doa, kita menyaksikan "rumah besar" yang dibangun KH Abdurrahman Wahid sedang mengalami guncangan internal: keretakan hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah yang kian terbuka ke ruang publik.Konflik ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan krisis epistemologis dalam menafsirkan mandat organisasi.Di sini, kita merindukan humor Gus Dur—bukan sebagai lelucon receh, melainkan sebagai alat dekonstruksi terhadap keangkuhan kekuasaan.Dalam kacamata filsafat kontemporer, apa yang terjadi di tubuh PBNU belakangan ini menyerupai apa yang digambarkan Jürgen Habermas sebagai "kolonisasi dunia-kehidupan" (lifeworld).Baca juga: Alissa Wahid: Konsesi Tambang Jadi Titik Konflik PBNUOrganisasi yang seharusnya menjadi ruang diskursus moral (Syuriyah) kini tampak mulai "dijajah" oleh logika sistem birokrasi dan politik praktis (Tanfidziyah) yang serba teknokratis dan hegemonik.Ketegangan antara Rais Aam dan Ketua Umum bukan sekadar soal beda pendapat, melainkan soal pergeseran maqasid (tujuan) berorganisasi.Secara fikih siyasah, relasi Syuriyah-Tanfidziyah seharusnya mencerminkan hubungan antara ahlul halli wal aqdi (pemberi mandat) dan pelaksana.Namun, ketika Tanfidziyah melampaui kewenangannya tanpa konsultasi substantif dengan Syuriyah, terjadilah apa yang dalam pemikiran politik disebut sebagai "absolutisme manajerial".Mantan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, dalam bukunya Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara (2015), sering menekankan bahwa kekuatan NU terletak pada tasawuf sosialnya.Kiai Said mengingatkan bahwa kepemimpinan ulama bukan hanya soal instruksi, tapi qudwah (keteladanan).Dalam karya monumentalnya yang lain, Tasawuf sebagai Kritik Sosial: Mengasah Kepekaan Kemanusiaan (2006), Kiai Said menegaskan bahwa ketika institusi agama mulai kehilangan dimensi sufistiknya, ia akan berubah menjadi monster birokrasi yang dingin.Konflik Syuriyah-Tanfidziyah hari ini adalah alarm bahwa NU sedang mengalami defisit "akhlak organisasi".Islah (rekonsiliasi) tidak bisa dicapai hanya dengan tanda tangan di atas materai, melainkan dengan kembalinya kesadaran bahwa jabatan di NU adalah khidmah (pelayanan), bukan ghanimah (harta rampasan).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 18:58