ACEH BESAR, – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak pernah menutup pintu bagi bantuan luar negeri dalam penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Rencong.Mualem membantah anggapan yang menyebut Aceh mempersulit izin masuknya bantuan dari negara lain.Menurutnya, dukungan internasional justru sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan warga terdampak.“Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh,” tegas Muzakir Manaf dikutip dari Serambinews.com, Senin . Baca juga: Korban Banjir Sumut: dari Jam 9 Pagi Sampai Terbenam Matahari Kami Cari Bantuan Eks Panglima GAM tersebut mempertanyakan pihak-pihak yang menuding Aceh menghalangi organisasi internasional atau negara asing menyalurkan bantuan kemanusiaan.Ia mengatakan, pemerintah daerah sama sekali tidak keberatan dengan masuknya dukungan dari luar, selama bertujuan membantu percepatan penanganan bencana.Usai mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan gubernur di posko terpadu penanganan bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu malam , Muzakir menjelaskan bahwa beberapa bantuan internasional telah tiba di Aceh.Salah satunya berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia, berupa obat-obatan dan tenaga medis.“Yang jelas bantuan dari luar disalurkan dengan tepat. Contohnya ada bantuan dari Kuala Lumpur Malaysia ada dokter dan obat-obatan, jadi tersalur semuanya bahkan tidak cukup,” ujarnya.Ia menambahkan, dukungan serupa akan kembali datang dalam waktu dekat.“Mereka hari Rabu akan datang membawa obat sebanyak tiga ton lagi dan dokter,” lanjutnya.Baca juga: Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana: Disindir Prabowo, Disuruh Pulang MendagriMuzakir memastikan, Aceh terbuka terhadap semua bentuk bantuan, baik dari lembaga internasional maupun pemerintah asing.“Saya rasa tidak ada larangan. Sah-sah saja, tidak masalah,” tutupnya.Sebelumnya, Mualem telah mendatangkan tim dari China untuk mendeteksi mayat korban banjir bandang di Aceh yang diduga hingga saat ini masih tertimbun lumpur.Mualem menyebutkan, mereka berjumlah lima orang akan membantu pencarian korban tertimbun lumpur menggunakan perangkat khusus.“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem dalam keterangan tertulisnya, Sabtu .Menurut Mualem, khususnya di wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, masih ada mayat yang belum ditemukan.“Lumpur itu sampai pinggang, jadi mereka ada alat untuk membantu kita,” ujarnya.Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Mualem Sebut Aceh Buka Pintu untuk Negara Asing & Lembaga Internasional Bantu Korban Bencana Banjir
(prf/ega)
Gubernur Aceh Terbuka untuk Bantuan Asing: Mereka Tolong Kita, Kok Kita Persulit? Kan Bodoh
2026-01-12 04:14:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 03:33
| 2026-01-12 02:14
| 2026-01-12 02:02










































