Keluarga Kesulitan Usai Banjir Menerjang, Mahasiswa Aceh Ini Bertahan Hidup dengan Pinjam Uang Teman

2026-01-11 03:34:52
Keluarga Kesulitan Usai Banjir Menerjang, Mahasiswa Aceh Ini Bertahan Hidup dengan Pinjam Uang Teman
SEMARANG, - Yuda Sandi Prananta (21), seorang mahasiswa asal Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mengalami kesulitan berkomunikasi dengan keluarganya selama empat hari akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu laluSaat ini, Yuda menempuh pendidikan semester 7 di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).Selama bencana tersebut, akses komunikasi dan transportasi ke kampung halamannya terputus total."Saya sempat empat hari tanpa kabar," ungkap Yuda saat ditemui di Posko Mahasiswa Aceh di Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa .Baca juga: 230.000 Korban Banjir Aceh Utara Diperkirakan Bertahan di Pengungsian Dua PekanYuda mengaku sulit tidur karena khawatir dengan kondisi kampung halamannya yang dilanda bencana."Perasaan saya semakin tak karuan karena tak bisa berkomunikasi dengan keluarga. Jaringan putus, jalur darat sama sekali tidak bisa dilalui. Sekarang hanya bisa lewat udara," ujarnya.Kabar mengenai keluarganya baru diterimanya setelah situasi mulai membaik.Meskipun keluarganya selamat, mereka kini menghadapi kesulitan ekonomi akibat bencana tersebut.Baca juga: Solidaritas Pekanbaru–Aceh: Walkot Agung Salurkan Bantuan Rp 1,5 Miliar ke Gubernur Mualem "Alhamdulillah selamat semua. Waktu itu memang jaringan sinyal terganggu," tambahnya.Putusnya komunikasi dengan orang tua membuat mahasiswa perantau asal Aceh dan Sumatera di Semarang harus bertahan hidup seadanya.Yuda mengaku terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari."Untuk biaya hidup di perantauan, saya terpaksa pinjam uang dari teman-teman," bebernya.Kekhawatiran serupa juga dialami oleh Malika Radyana, mahasiswa asal Sumatera Utara yang menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang.Baca juga: Bahu Membahu Mahasiswa Aceh, Sumut, dan Sumbar di Semarang Saling Bantu lewat Posko"Saya sempat terputus komunikasi dengan nenek saya," ungkapnya.Malika merasa cemas saat banjir dan longsor menerjang kampung halaman neneknya."Saya sampai tak bisa tidur. Alhamdulillah sekarang sudah berhasil dievakuasi," lanjutnya.Kondisi ini menunjukkan dampak serius dari bencana alam yang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi para mahasiswa perantau.


(prf/ega)