Ada Hotel di Dalam Stasiun Gambir, Bisa Menginap 4 Jam, Sekian Biayanya

2026-01-16 18:09:55
Ada Hotel di Dalam Stasiun Gambir, Bisa Menginap 4 Jam, Sekian Biayanya
JAKARTA, - Tanpa perlu berjalan kaki jauh dari Stasiun Gambir, kamu bisa menemukan akomodasi nyaman dengan harga terjangkau bernama Rail Transit Suite.Hotel transit merupakan jenis hotel yang dirancang sebagai tempat singgah praktis untuk istirahat sebentar, sebelum melanjutkan perjalanan jarak jauh.Hotel transit di Stasiun Gambir terletak di lantai satu Hall Selatan, tepatnya di dekat area restoran dan pintu masuk via face recognition.Menariknya, hotel transit menawarkan tarif menginap untuk durasi berbeda. Mulai dari empat jam hingga seharian seperti hotel pada umumnya.Baca juga: 4 Cara Check-In di Stasiun Gambir, Tidak Harus Cetak Boarding PassHotel transit di Stasiun Gambir menawarkan lima tipe kamar, yakni Single, Double, Twin, Executive, dan Pod Room.Setiap kamar dapat disewa dengan durasi 4, 8, 12, hingga satu hari dengan tarif berkisar Rp 295.000 hingga Rp 695.000. Begini rinciannya.1. Single Room: Rp 295.000 untuk 4 jam, Rp 380.000 untuk 8 jam, Rp 465.000 untuk 12 jam, dan Rp 590.000 untuk satu hari.2. Double Room: Rp 375.000 untuk 4 jam, Rp 460.000 untuk 8 jam, Rp 545.000 untuk 12 jam, dan Rp 670.000 untuk satu hari.Baca juga: Bukan Hotel atau Jet Mewah, Ternyata Hal Ini yang Dicari Turis saat Luxury Travel 3. Twin Room: Rp 390.000 untuk 4 jam, Rp 475.000 untuk 8 jam, Rp 560.000 untuk 12 jam, dan Rp 685.000 untuk satu hari.4. Executive Room: Rp 400.000 untuk 4 jam, Rp 485.000 untuk 8 jam, Rp 570.000 untuk 12 jam, dan Rp 695.000 untuk satu hari.5. Pod Room: Rp 145.000 untuk 4 jam, Rp 175.000 untuk 8 jam, Rp 205.000 untuk 12 jam, dan Rp 245.000 untuk satu hari.Baca juga: Hotel Ini Punya View 4 Gedung Pencakar Langit Ikonis Kuala LumpurKompas.com/Krisda Tiofani Tanpa perlu berjalan kaki jauh dari Stasiun Gambir, kamu bisa menemukan akomodasi nyaman dengan harga terjangkau bernama Rail Transit Suite. Hotel transit di Stasiun Gambir ini terletak di lantai satu Hall Selatan, tepatnya di dekat area restoran dan pintu face recognition stasiun ini.Saat ditemui Kompas.com pada Kamis , resepsionis Rail Transit Suite Gambir menyarankan calon tamu untuk melakukan reservasi paling tidak tiga hari sebelum menginap.Pasalnya, jumlah kamar hotel cukup terbatas. Tersedia total 23 kamar hotel untuk umum dan 20 kasur untuk tipe Pod Room khusus tamu laki-laki di ruang terpisah.Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas berupa kamar mandi dalam, Wi-Fi, meja dan kursi, TV, perlengkapan mandi, serta layanan resepsionis 24 jam.Bila ingin menginap di hotel transit ini, kamu bisa menghubungi nomor telepon 021 3890 1234 atau WhatsApp di 0811 1791 918.Baca juga: Liburan ke Johor Malaysia Tahun 2026? Siap-siap Kena Pajak Hotel Baru


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 18:15