Dari Ereksi hingga Ejakulasi, Ini Penjelasan Dokter tentang Vasektomi

2026-01-12 11:27:31
Dari Ereksi hingga Ejakulasi, Ini Penjelasan Dokter tentang Vasektomi
- Vasektomi masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos yang membuat banyak pria enggan mempertimbangkannya sebagai metode kontrasepsi. Ketakutan soal menurunnya libido, hilangnya kemampuan ereksi, hingga kekhawatiran tidak bisa ejakulasi masih banyak ditemui.Menurut Dokter Spesialis Urologi dr. Dimas Tri Prasetyo, Sp.U., MRes., sebagian besar mitos tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.“Mitos-mitos yang paling sering ditanya (tentang) vasektomi yang pertama adalah vasektomi mengganggu libido atau mengganggu performa,” ujarnya dalam acara pembukaan Elysium Clinic di Jakarta Selatan, Selasa .Baca juga: Apakah Ada Kondisi Medis yang Tidak Disarankan untuk Vasektomi?Banyak pria khawatir bahwa vasektomi akan menurunkan gairah seksual. Kekhawatiran ini muncul karena vasektomi dianggap memengaruhi hormon seksual.Padahal, tindakan vasektomi hanya memotong saluran sperma, bukan mengganggu produksi hormon testosteron di testis.Dokter Dimas menegaskan bahwa anggapan tersebut keliru.  Libido tetap sama seperti sebelum operasi, dan keinginan seksual tidak berubah karena fungsi hormonal tidak tersentuh oleh prosedur ini.Baca juga: Seberapa Efektif Vasektomi untuk Mencegah Kehamilan?Mitos lain yang sering membuat pria ragu adalah anggapan bahwa vasektomi menyebabkan disfungsi ereksi. Padahal, kemampuan ereksi bergantung pada aliran darah dan saraf di penis, bukan pada saluran sperma.“Mitos yang lain adalah tidak bisa berdiri, tidak bisa ereksi. Itu juga tidak,” kata dr. Dimas.Karena prosedur vasektomi tidak menyentuh jaringan ereksi, kemampuan ereksi tidak berubah. Pria tetap dapat berhubungan seksual seperti biasa tanpa gangguan fisik akibat prosedur ini.Baca juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Vasektomi, Hindari Berhubungan SeksualBanyak pria mengira bahwa setelah saluran sperma dipotong, ejakulasi akan hilang. Padahal, sperma hanya menyumbang sebagian kecil dari volume cairan mani.“Pertanyaan setelah vasektomi, apakah bisa ejakulasi atau tidak? Bisa,” ujarnya.Dalam penjelasannya, dr. Dimas mengatakan bahwa sperma hanya berkontribusi sekian persen dari semua cairan mani.“Sperma itu cuma berkontribusi tiga sampai empat persen saja dari seluruh cairan mani. Sebagian besar cairan mani diproduksi dari prostat dan vesika seminalis,” jelasnya.Oleh sebab itu, setelah vasektomi, cairan ejakulasi tetap keluar dengan warna dan tekstur yang sama. Bedanya, cairan tersebut tidak lagi mengandung sperma.Baca juga: Diusulkan Jadi Syarat Bansos, Apakah Vasektomi Bikin Pria Kehilangan Kejantanan?


(prf/ega)