Kemendikti Tampilkan 137 Produk Hasil Riset SEMESTA

2026-02-02 14:43:53
Kemendikti Tampilkan 137 Produk Hasil Riset SEMESTA
- Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi (Dit. Minat Saintek) Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) mengadakan acara REPERTOAR 2025: Refleksi dan Arah Pengembangan Sains dan Teknologi, Sabtu .Ini merupakan agenda tahunan untuk memaparkan capaian, pembelajaran, dan praktik dari program sains dan teknologi.Dalam acara ini ada 137 hasil riset program SEMESTA yang dipaparkan melalui poster ringkasan penelitian dengan beberapa wujud produk dan prototipe yang turun diunjukkan di Gedung Kemendikti saintek tempat acara berlangsung.Direktur Minat Saintek, Yudi Darma mengatakan hasil riset yang dipamerkan meliputi berbagai bidang. Seperti bidang pertanian, bidang perikanan, bidang energi, produk lokal, dan sebagainya.Baca juga: Mendikti Sebut Ada Rp 2 Triliun Dana Riset, Dorong Dosen Daerah BerkaryaYudi mengambil contoh mesin smart farming ciptaan mahasiswa Politeknik Negeri Lampung."Ternyata mesin yang mereka buat itu akan diadopsi oleh Pemda, akan direplikasi, diperbanyak, dan nanti akan disewakan ke para petani yang memerlukan. Artinya itu merupakan suatu pengakuan kan dari Pemda kalau apa yang mereka buat itu benar-benar bermanfaat dan berdampak," ungkap Yudi usai berkeliling melihat pameran.Adapun Politeknik Negeri Lampung total melakukan tiga riset.1. Genvo, mesin otomasi pengairan dan pemupukan berbasis IOT dengan data yang tersimpan di cloud.Fakultas Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak2. Membuat kultur jaringan pisang menjadi Trichonela3. Sortasi kopi dibuat menjadi produk baru unggulanAdapun program riset SEMESTA mulai tahun 2025 tidak hanya menyasar untuk pelajar atau perguruan tinggi melainkan juga terbuka untuk masyarakat umum."Sistem seleksi kita itu, dia harus memastikan dulu ada offtaker-nya. Jadi nanti ada yang akan memanfaatkan hasilnya. Hampir semuanya ini sudah tahu nih, karya-karya itu akan dibeli oleh siapa, akan dipakai oleh siapa," jelas Yudi.Baca juga: Mendikti Ingatkan Pengetahuan Harus Tumbuh Bersama Masyarakat Sesi kuliah umum dibawakan oleh Prof. Anil K Gupta dari Indian Institute of Management Ahmedabad sekaligus founder Honey Bee. network.Prof. Gupta membahas ada empat aspek dalam suatu produk yaitu metode, material, kegunaan, dan sistem pengiriman.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-02 18:29