Apakah Bekerja dari Rumah Baik untuk Kesehatan Mental?

2026-01-12 06:38:53
Apakah Bekerja dari Rumah Baik untuk Kesehatan Mental?
- Bekerja dari rumah kini menjadi bagian permanen dalam banyak budaya kerja di dunia, termasuk Indonesia. Namun, dampaknya terhadap kesehatan mental masih menjadi perdebatan. Apakah kerja dari rumah benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan? Berapa hari idealnya? Dan apakah manfaatnya berbeda bagi laki-laki dan perempuan?Sebuah studi terbaru dari para peneliti Melbourne Institute memberikan jawaban berbasis data jangka panjang. “Kami menganalisis lebih dari 16.000 pekerja Australia selama dua dekade,” kata Jan Kabatek dan Ferdi Botha, peneliti dari University of Melbourne.Hasilnya: kerja dari rumah memberikan dorongan signifikan bagi kesehatan mental perempuan, namun tidak bagi laki-laki.Baca juga: Bekerja dari Rumah atau Kantor, Mana yang Lebih Mendukung Karier?Para peneliti memanfaatkan data 20 tahun dari survei nasional Household, Income and Labour Dynamics in Australia (HILDA). Periode pandemi COVID-19 (2020–2021) sengaja dikecualikan karena kondisi mental masyarakat pada masa itu dipengaruhi banyak faktor lain di luar pengaturan kerja.Dengan data ini, mereka menelusuri:Model statistik yang digunakan juga menghilangkan pengaruh perubahan besar dalam hidup, seperti pindah pekerjaan atau memiliki anak.Dua faktor utama yang dianalisis adalah durasi perjalanan (commuting) dan frekuensi bekerja dari rumah (WFH). Penelitian ini juga unik karena memisahkan analisis berdasarkan tingkat kesehatan mental individu—baik yang berada dalam kondisi mental kuat maupun yang rentan.Baca juga: 5 Tips agar Bekerja dari Rumah Bisa Dilakukan Lebih NyamanSalah satu temuan menarik adalah perbedaan pengaruh waktu perjalanan terhadap kesehatan mental.Pada perempuan tidak ditemukan efek signifikan antara lamanya perjalanan dan kesehatan mental. Sedangkan bagi laki-laki, perjalanan lebih panjang berdampak buruk, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kesehatan mental yang rentan.Peneliti menemukan bahwa menambah 30 menit perjalanan satu arah bagi laki-laki menurunkan skor kesehatan mental dengan dampak setara penurunan pendapatan rumah tangga sebesar 2%—meskipun efeknya dikategorikan “modest” atau tidak terlalu besar.Baca juga: Kenali, 5 Kebiasaan Paling Toksik Saat Bekerja dari RumahJika soal perjalanan memengaruhi laki-laki, efek kerja dari rumah ternyata jauh lebih terasa bagi perempuan.WFH bisa meningkatkan kesehatan mental perempuan, dengan syarat, di mana keuntungan terbesar muncul ketika perempuan lebih banyak bekerja dari rumah, namun tetap datang ke kantor 1–2 hari dalam semingguUntuk perempuan dengan kesehatan mental yang lebih rentan, pola hybrid ini bahkan berdampak sangat kuat. Manfaatnya disebut setara dengan kenaikan pendapatan rumah tangga sebesar 15%.Peneliti menegaskan bahwa manfaat ini bukan hanya karena penghematan waktu komuter. “Analisis kami sudah memisahkan faktor komuter, sehingga manfaat WFH bagi perempuan mencerminkan aspek positif lain,” tulis mereka.Aspek yang dimaksud termasuk stres kerja yang lebih rendah, serta kemampuan lebih baik menyeimbangkan tuntutan keluarga dan pekerjaan.


(prf/ega)