- Dalam konstruksi jalan di Indonesia, ada dua jenis jalan berdasarkan material utama yang digunakan, yakni jalan aspal vs beton.Terkadang, dalam satu ruas jalan, juga ditemui penggunaan aspal dan beton secara bersamaan. Keduanya sama-sama digunakan secara luas di Indonesia, baik untuk jalan lingkungan, jalan kota, hingga jalan nasional dan tol."Ada 2 jenis perkerasan jalan yaitu rigid pavement/perkerasan kaku/perkerasan beton dan flexible pavement/perkerasan lentur/perkerasan aspal," jelas dosen Teknik Sipil Universitas Tangerang Raya, Riski Wahyudi saat dihubungi, Senin .Perbedaan jalan aspal dan beton cukup beragam. Masing-masing material memiliki karakteristik, keunggulan, dan kelemahan yang berbeda.Penggunaan kedua jenis material jalan ini ditentukan berdasarkan kondisi kontur jalan, beban jalan, hingga menyesuaikan dengan anggaran.Baca juga: Sering Bikin Bingung, Apa Perbedaan Aspal dan Hotmix?Menurut Riski, dari sisi biaya awal, jalan berlapis aspal lebih murah dibandingkan jalan beton. Material aspal dan bahan agregatnya juga relatif mudah diperoleh, proses pengerjaannya lebih cepat, dan tidak membutuhkan peralatan khusus yang terlalu kompleks."Untuk biaya konstruksi awal, aspal jauh lebih murah dari pada beton," ungkap Riski.Pembangunan jalan aspal juga dapat dilakukan secara bertahap dan fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan. Inilah sebabnya, jalan aspal banyak dipilih untuk proyek jalan dengan anggaran terbatas atau kebutuhan pembangunan yang mendesak.Sementara itu, konstruksi jalan beton memerlukan biaya awal yang lebih tinggi. Harga semen, kebutuhan tulangan baja pada beberapa jenis beton, serta proses pengecoran yang memerlukan waktu lebih lama membuat ongkos awalnya menjadi lebih besar.Meski lebih mahal di awal, jalan beton dikenal memiliki umur pakai yang lebih panjang dibandingkan jalan aspal. Jalan beton dapat bertahan hingga hingga puluhan tahun dengan perawatan minimal.Baca juga: Mengapa Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan?Sebaliknya, jalan aspal memiliki umur lebih pendek tergantung pada kualitas material, metode pelapisan, serta intensitas kendaraan yang melintas.Pada daerah dengan curah hujan tinggi dan lalu lintas padat, jalan aspal juga akan lebih cepat mengalami kerusakan seperti retak dan berlubang. Kekuatan jalan aspal dan beton juga berbeda.Jika dilihat dari sisi perawatan, jalan aspal membutuhkan biaya pemeliharaan yang lebih rutin. Penambalan lubang, pelapisan ulang, hingga perbaikan struktur bawah kerap dilakukan dalam periode tertentu.Berbeda dengan itu, jalan beton relatif lebih jarang memerlukan perawatan. Kerusakan yang terjadi bersifat lokal dan tidak membutuhkan perbaikan besar dalam waktu dekat."Untuk biaya perawatan aspal lebih mahal (dibandingkan jalan beton)," kata Riski yang juga berpengalaman lama terlibat di beberapa proyek konstruksi jalan.Baca juga: Bolehkah Polisi Tidur Dipasang di Jalan Raya Nasional?
(prf/ega)
Konstruksi Jalan Aspal Vs Beton, Mana Lebih Murah?
2026-01-12 06:50:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:29
| 2026-01-12 06:10
| 2026-01-12 05:06
| 2026-01-12 04:31
| 2026-01-12 04:29










































