48 Jam Menembus Longsor: Kisah AMT Pertamina Jaga Suplai BBM di Sumatera

2026-01-12 05:33:00
48 Jam Menembus Longsor: Kisah AMT Pertamina Jaga Suplai BBM di Sumatera
PADANG, — Riki Margiono, Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina, harus menunggu hingga 16 jam di sisi jalur Sungai Penuh saat menyalurkan BBM ke Kabupaten Kerinci, Jambi. Perjalanan sejauh 223 kilometer itu, yang biasanya ditempuh enam jam, berubah menjadi 48 jam akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat.“Kalau jalan banjir tinggi, kami harus menunggu surut. Kami cuma duduk aja, harus gimana lagi,” kata Riki saat ditemui di Integrated Terminal Teluk Kabung, Padang, Selasa , dikutip dari rilis pers Pertamina, Senin .Pada pekan sebelumnya, Riki juga sempat terjebak banjir saat mengantarkan BBM di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia bersama 15 AMT lain menunggu hingga ada bantuan. Di awal perjalanan, mereka masih menerima nasi bungkus dari tim Rescue Pertamina yang menyusul.Baca juga: BBM Tembus Bireuen di Tengah Jalur Lumpuh, Begini Cerita Perjuangan Awak PertaminaBelum lama selepas banjir surut, laju truknya kembali terhenti akibat longsor. Riki harus bermalam di jalan sembari menunggu alat berat membersihkan material. Dalam perjalanan panjang itu, pikirannya kerap kembali ke keluarganya di Padang yang juga terdampak banjir.“Mengantar BBM sudah menjadi tugas saya, jadi saya pastikan BBM sampai di SPBU karena sudah banyak masyarakat menunggu,” ujarnya.Ia mengaku lega melihat warga menyambut kedatangan truk tangki. “Rasa khawatir berubah jadi bahagia,” ujar Riki dengan mata berkaca-kaca.Baca juga: Pertamina Kerahkan SPBU Mobile untuk Percepat Layanan BBM di Wilayah BencanaDedikasi serupa terlihat dari AMT lainnya, M Aidil Dzakwan, yang harus melewati jalur ekstrem tebing Sitinjau Lauik, rute terjal dan berbelok curam yang kini menjadi jalur utama menuju Bukittinggi dan Payakumbuh.“Kita tetap safety dan jaga keselamatan. Walaupun kena hujan, panas, macet, longsor, banjir, kita tetap jalani dengan senang hati,” kata Aidil.Ia menyemangati rekan-rekannya agar terus menjaga suplai. “Pantang menyerah dan tetap berjuang untuk masyarakat. Kita melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.Baca juga: Akses Terputus, Pertamina Distribusikan Elpiji ke Bireuen Aceh Secara EstafetArea Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa setiap pengiriman dipantau ketat melalui koordinasi antara terminal, depot, AMT, pihak berwenang, dan Road Traffic Control (RTC) yang siaga 24 jam.“Keselamatan tetap nomor satu, namun komitmen menjaga suplai energi juga menjadi tanggung jawab moral bagi kami,” ujar Fahrougi.Pertamina memastikan pasokan BBM tetap tersedia di SPBU, mendukung kebutuhan alat berat penanganan longsor, kendaraan darurat, hingga wilayah yang terisolasi.Baca juga: Kerahkan Kapal hingga Pesawat, Pertamina Percepat Penyaluran BBM dan Elpiji di Aceh


(prf/ega)