Ambisi Pedro Neto Menangkan Semua Gelar Usai Chelsea ke Semifinal Carabao Cup

2026-01-16 06:00:31
Ambisi Pedro Neto Menangkan Semua Gelar Usai Chelsea ke Semifinal Carabao Cup
- Chelsea memastikan langkah ke semifinal Piala Liga Inggris (Carabao Cup) 2025-2026 usai menyingkirkan Cardiff City pada laga perempat final yang digelar di Cardiff City Stadium, Rabu dini hari WIB.Keberhasilan ini membuat ambisi besar The Blues semakin menguat, termasuk tekad menyapu bersih seluruh trofi musim ini.Kemenangan Chelsea atas Cardiff City sekaligus memperpanjang asa mereka di Carabao Cup 2025-2026, ajang yang menjadi salah satu target penting klub asal London tersebut.Hasil ini juga menempatkan Chelsea di jalur perburuan empat gelar berbeda dalam satu musim.Baca juga: Hasil Undian Semifinal Carabao Cup: Newcastle United vs Man City, Chelsea Bisa Ketemu ArsenalChelsea tidak meraih kemenangan dengan cara mudah saat menghadapi Cardiff City.Sejak menit awal, tim tamu kesulitan membongkar pertahanan rapat tuan rumah yang tampil disiplin.Tekanan demi tekanan belum membuahkan hasil pada babak pertama.Chelsea dan Cardiff City menutup 45 menit awal dengan skor kacamata 0-0, meski penguasaan bola lebih banyak dikuasai tim tamu.Situasi berubah setelah turun minum. Chelsea tampil lebih agresif dan akhirnya memecah kebuntuan melalui dua gol Alejandro Garnacho pada menit ke-57 dan 90+3. Satu gol lain dicetak Pedro Neto pada menit ke-82.Cardiff City sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol David Turnbull pada menit ke-75.Namun, itu tidak cukup untuk menggagalkan Chelsea melangkah ke semifinal Carabao Cup 2025-2026 dengan kemenangan 3-1.Baca juga: Hasil Cardiff Vs Chelsea 1-3, Dwigol Garnacho Antarkan The Blues ke SemifinalKeberhasilan menyingkirkan Cardiff City membuat Chelsea tetap menjaga peluang meraih quadruple musim ini.AFP/FRANCK FIFE Pedro Neto memegang seragam spesial untuk memberi penghormatan kepada penyerang Portugal Liverpool Diogo Jota dan saudaranya Andre Silva, yang meninggal setelah kecelakaan mobil, menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia Klub 2025 antara Palmeiras vs Chelsea di Stadion Lincoln Financial Field di Philadelphia pada 4 Juli 2025. (Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)Selain Carabao Cup, The Blues masih bersaing di Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions.Situasi tersebut menjadi suntikan motivasi tambahan bagi skuad Chelsea untuk terus menjaga konsistensi performa di berbagai kompetisi yang diikuti.Usai pertandingan, Pedro Neto menegaskan ambisi besar Chelsea untuk menyapu bersih seluruh gelar musim ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 05:11