Guru Besar IPB Ungkap Potensi Krokot untuk Obat Tradisional dan Kosmetik Modern

2026-01-12 13:27:58
Guru Besar IPB Ungkap Potensi Krokot untuk Obat Tradisional dan Kosmetik Modern
- Selama ini tanaman krokot kerap dipandang sebelah mata. Ia tumbuh liar di pekarangan, sela-sela trotoar, atau lahan kosong, sehingga sering dianggap sebagai gulma pengganggu. Namun, siapa sangka tanaman sederhana ini justru menyimpan potensi besar untuk dunia pengobatan tradisional hingga kosmetika modern.Fakta menarik tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Syarifah Iis Aisyah, yang menyoroti krokot sebagai tanaman multifungsi dengan nilai ilmiah dan ekonomi yang semakin menjanjikan.Menurut Prof. Iis, krokot termasuk tanaman yang sangat mudah tumbuh dan mampu beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan tanpa memerlukan perawatan intensif. Inilah yang membuatnya sering dikategorikan sebagai tanaman liar atau gulma.“Krokot tergolong sebagai tanaman liar karena sifatnya yang menyerupai gulma,” jelasnya.Meski begitu, tidak semua krokot dipandang negatif. Beberapa jenis justru memiliki bunga berwarna-warni yang indah sehingga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias penutup tanah (ground cover) atau bedding plant di taman-taman.“Meskipun termasuk gulma, bunga krokot memiliki nilai estetika yang tinggi dan sering dimanfaatkan untuk mempercantik taman,” tambah Prof. Iis.Baca juga: Serba-serbi Tanaman Krokot dan Khasiatnya untuk KesehatanKeunggulan krokot tidak hanya berhenti pada penampilan. Prof. Iis menjelaskan bahwa beberapa jenis krokot memiliki kandungan metabolit sekunder yang tinggi, seperti flavonoid dan antioksidan. Senyawa-senyawa ini berperan penting dalam dunia pengobatan herbal dan kosmetik alami.“Karena kandungan bioaktifnya yang kaya, jenis krokot tertentu kini dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional,” ujarnya.Kandungan tersebut menjadikan krokot sebagai salah satu tanaman potensial untuk dikembangkan dalam industri berbasis bahan alam, terutama di tengah meningkatnya tren produk herbal dan kosmetik alami.Dari berbagai jenis krokot, Portulaca oleracea disebut sebagai spesies yang paling banyak digunakan untuk keperluan pengobatan tradisional dan bahan kosmetik. Meski tampilannya lebih sederhana dengan bunga berkelopak tunggal (single petal), jenis ini justru memiliki nilai fungsional yang tinggi.Portulaca oleracea memang membutuhkan perawatan lebih intensif dibandingkan Portulaca grandiflora, yang dikenal memiliki bunga bertumpuk dan warna lebih mencolok. Namun, kandungan senyawa aktifnya membuat tanaman ini unggul dari sisi manfaat.Prof. Iis menjelaskan bahwa Portulaca oleracea mengandung antosianin dalam kadar tinggi, terutama pada batang yang berwarna merah marun atau keunguan. Antosianin dikenal sebagai senyawa antioksidan kuat yang sangat dibutuhkan dalam formulasi kosmetik modern.“Beberapa merek kosmetik telah menggunakan ekstrak Portulaca oleracea sebagai bahan dasar untuk produk alas bedak atau foundation,” ungkapnya.Baca juga: Sulap Krokot Jadi Permen Sehat, Mahasiswa di Semarang Yakin Cegah Penyakit Tak hanya bernilai ilmiah, manfaat krokot juga dapat dirasakan langsung oleh pengguna produk kosmetik. Menurut Prof. Iis, penggunaan bahan dasar krokot dalam kosmetik memberikan sejumlah efek positif bagi kulit.“Penggunaan bahan dasar krokot dalam kosmetik dapat membuat wajah tampak lebih cerah, memberikan efek dingin di kulit, serta meningkatkan tampilan kulit yang lebih glowing,” jelasnya.Dengan kombinasi efek fisiologis dan kandungan bioaktif alami, krokot berpotensi menjadi bahan unggulan dalam pengembangan kosmetik ramah lingkungan dan berkelanjutan.Penjelasan dari IPB University ini membuka perspektif baru tentang tanaman krokot. Yang selama ini dianggap sebagai gulma ternyata menyimpan potensi besar sebagai bahan obat tradisional dan kosmetika modern.Di tengah meningkatnya kebutuhan akan bahan alami dan berkelanjutan, krokot berpeluang naik kelas—dari tanaman liar yang diabaikan menjadi komoditas bernilai tinggi berbasis riset dan inovasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-12 11:24