Memetakan Nada Musik Wayang Sasak agar Tidak Punah

2026-01-12 08:03:59
Memetakan Nada Musik Wayang Sasak agar Tidak Punah
MATARAM, - Malam makin larut, suara suling bambu Amaq Su (60) mengalun dalam tembang Janggel Tangkil, salah satu tembang wayang Sasak.Beberapa kali ia terhenti saat Adya Amru Hidayat (34) mengukur frekuensi bunyi suling tersebut dan mencatatnya, kemudian mencoba padanan bunyinya pada gitar dengan 22 fret di tangannya.Berbekal data nada suling bambu Amaq Su yang direkam di Desa Batu Rimpang, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, di kediaman Ki Dalang H. Safwan, Amru mencoba menghitung nada-nada musik wayang Sasak."Saya terus berusaha menemukan nada yang tepat dengan frekuensi dan gelombang bunyi yang sesuai dari suling Amaq Su dan gitar saya ini," kata Amru saat mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul Memetakan Nada Musik Wayang Sasak dalam Pelarasan Microtones, Sabtu di Sanggar Musik Taman Budaya Mataram.Baca juga: Marquez Tiba di Bandara Lombok, Kenakan Ikat Kepala Khas Suku SasakApa yang dilakukan pemuda kelahiran Lombok ini bukan hal yang mudah.Dia menggunakan hitung-hitungan fisika dan matematika untuk menyelaraskan nada pada suling wayang Sasak dengan gitar 22 fret yang ia buat khusus.Bukan hal mudah juga saat dia menjelaskan hasil penelitiannya selama 5 tahun di hadapan para pemusik tradisi atau sekehe wayang Sasak, para dalang, dan budayawan.Baca juga: Pertunjukan Wayang Sasak di Korea Selatan Bawa Pesan Perdamaian untuk DuniaSebanyak 30 halaman slide penjelasannya tak bisa dimengerti dengan sederhana, karena banyak angka-angka serta rumus-rumus yang rumit.Amru dengan perlahan menjelaskan bahwa dirinya menggunakan rumus sifat gelombang mekanik, lebih khusus lagi rumus gelombang harmonik, lalu persamaan kuadrat berdasarkan sifat gelombang mekanik."Dua rumus atau dua konsep ini diturunkan sampai pada nilai tertentu, sehingga kita bisa mengkalibrasi data lapangan dengan data sistem tuning-nya," kata Amru."Fokus kita di sini adalah sistem tuning. Kalau sistem tuning sudah dapat, mencari interval nada tinggal kita cocokkan saja dengan maestro atau pemain musik tradisi," lanjutnya.Aksi mencocokkan nada bersama Amaq Su kembali dilakukannya dalam pertemuan di Taman Budaya tersebut.


(prf/ega)