Eri Cahyadi Sebut 15 Siswa SMP di Jalan Kunti Surabaya Positif Narkoba Akan Direhabilitasi

2026-01-12 06:07:52
Eri Cahyadi Sebut 15 Siswa SMP di Jalan Kunti Surabaya Positif Narkoba Akan Direhabilitasi
SURABAYA, - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan akan merehabilitasi 15 pelajar SMP yang ditemukan positif narkoba oleh Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim).Diketahui, temuan itu didapatkan usai BNNP Jatim melakukan penggerebekan di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir.Lalu, petugas menggelar tes urine di SMP dan SMA di kawasan tersebut."Kalau ternyata dia bukan pengedar maka kita lakukan rehabilitasi. Tapi kalau ternyata pengedar nanti kita lihat aturan hukumnya seperti apa," kata Eri, di Balai Kota Surabaya, Sabtu .Baca juga: BNNP Jatim Temukan 15 Siswa SMP di Jalan Kunti Surabaya Positif NarkobaEri mengatakan, rehabilitasi tersebut dilakukan agar para siswa positif narkoba tersebut bisa memiliki masa depan lagi. Sebab, mereka merupakan korban yang terpengaruh dari lingkungannya."Kalau itu hanya pemakai dan terkontaminasi, kita rehabilitasi dan kita pulihkan kembali. Kita kuatkan kembali untuk anak ini punya semangat lagi, untuk menjadi orang yang baik," jelasnya.Dengan demikian, kata Eri, orangtua dan lingkungannya memiliki peran penting dalam menjaga anak. Menurutnya, para guru hanya memiliki kewajiban selama siswa berada di sekolah."Karena kan bagaimanapun mereka ini kan anak yang, ya wong tuwane sing (ya orangtuanya yang) salah asuhan. Kalau orangtuanya gak membiarkan anaknya, gak mungkin jadi begini," ucapnya."Maka ini kembali lagi, tidak bisa seorang anak itu dibebankan kepada guru, yang terdekat adalah orangtua. Orangtua harus menjaga anaknya dan lingkungannya," tutupnya.Baca juga: 15 Siswa SMP Positif Narkoba, BNN Jatim: Harus Bebaskan Jalan Kunti Surabaya dari Cengkeraman BandarDiberitakan sebelumnya, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto mengatakan, awalnya pihaknya melakukan penggerebekan di kawasan itu. Lalu, dia melakukan tes urine di SMA dan SMP yang dekat dengan lokasi."Kami berada pada satu lokasi SMP dan SMA, berdekatan. Petugas kami melaksanakan kegiatan kurang lebih mengambil sampling 50 siswa," kata Budi, saat dikonfirmasi, Jumat .Kemudian, kata Budi, dari hasil pengecekan urine tersebut, ditemukan 15 pelajar SMP yang positif narkoba. Dia pun merasa prihatin dengan temuan timnya itu."15 orang itu adalah pengguna aktif terkait dengan narkotika, adik-adik kita yang usia SMP itu. Ini suatu keprihatinan yang harus kita rumuskan bersama," jelasnya.Budi menyebut, semua pihak harus duduk bersama untuk membahas penyelesaian perkara narkotika di Jalan Kunti. Untuk menghentikan peredarannya di kampung tersebut."Saya bilang ada beberapa komponen yang harus benar-benar kita diskusi, duduk satu meja, antara BNN, kepolisian, pemerintah daerah bahkan konsep pentahelix yang lain," ucapnya."Satu kita kerjakan anaknya dulu, kedua keikutsertaan orangtua, kemudian lingkungan sekolah, baru lingkungan masyarakat. Empat ini yang harus kita kerjakan bersama," tambahnya.


(prf/ega)