JAKARTA, - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat produksi elektronik di kawasan Asia Tenggara.Namun, hingga kini, sebagian besar komponen dan produk jadi masih bergantung pada impor.“Kita tidak boleh terus bergantung pada produk asing. Negara harus hadir dengan kebijakan yang melindungi dan memperkuat pelaku usaha nasional. Industri elektronik harus tumbuh menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Darmadi dalam rilisnya, Selasa .Baca juga: Industri Biomassa Gorontalo Tumbuh, Ribuan Warga Nikmati Dampak EkonomiDalam sebuah FGD yang dihadiri sejumlah asosiasi, Darmadi mengungkapkan bahwa ketergantungan impor bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga ideologi bangsa.“Kemandirian industri elektronik adalah bagian dari perjuangan ideologis kita untuk berdikari dalam ekonomi. Semangat Trisakti Bung Karno mengajarkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menguasai alat produksinya sendiri,” ujarnya.Selain itu, Darmadi menyoroti persoalan sumber daya manusia (SDM) di sektor elektronik dan pendingin yang dinilai belum siap menghadapi era digitalisasi industri.“Teknisi AC dan pendingin adalah ujung tombak di lapangan. Mereka bukan sekadar pekerja teknis, tetapi duta profesionalisme Indonesia. Jika SDM kita unggul dan terlatih, industri elektronik kita akan kuat dan mandiri,” ujarnya.Darmadi menekankan bahwa keberhasilan industri pendingin tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas tenaga kerja yang mampu mengoperasikan dan merawat teknologi tersebut.“Kita sedang menuju era industri yang membutuhkan kompetensi tinggi. Karena itu, teknisi kita harus dipersiapkan bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” tambahnya.Untuk itu, ia mendorong pembentukan Program Nasional Peningkatan Kompetensi Teknisi AC dan Pendingin Indonesia yang melibatkan dunia pendidikan vokasi, asosiasi industri, dan pemerintah daerah.“Kita harus membangun sistem pelatihan nasional berbasis industri, bukan hanya teori. Asosiasi seperti APITU dan ASISI sudah punya jaringan luas dan pengalaman praktis. Pemerintah tinggal memperkuat dukungan dan memperluas jangkauannya,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo), Andy Arif Widjaja, menyoroti pentingnya insentif fiskal dan keringanan bea masuk bahan baku bagi industri lokal agar mampu bersaing dengan produk asing.Menutup forum, Darmadi mengungkapkan bahwa hasil FGD tersebut akan menjadi bahan masukan strategis bagi Komisi VI DPR RI dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan industri nasional yang berpihak pada produsen lokal.Baca juga: 6 Sektor Industri Dibanjiri Produk Impor, Kemenperin Wanti-wanti soal Anjloknya Produksi
(prf/ega)
Industri Elektronik, Komisi VI DPR: Kita Tidak Boleh Terus Bergantung pada Produk Asing
2026-01-12 23:45:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 23:13
| 2026-01-12 22:59
| 2026-01-12 22:55
| 2026-01-12 22:40
| 2026-01-12 22:22










































