BANDUNG, - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Stasiun Bandung menyatakan, fenomena atmosfer mempengaruhi peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat.Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model, diprakirakan pada pekan ini (periode 2-28 Desember) ke depan umumnya cuaca di wilayah Jawa Barat cerah berawan hingga berawan pada pagi dan siang hari, berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang, sore, dan malam hari.Beberapa wilayah di Jawa Barat yang diperkirakan masih diguyur hujan sedang hingga lebat, yakni wilayah Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, Bekasi, Depok, Kota Bogor, Karawang, Purwakarta, Subang, Ciamis, Cianjur, Garut, Banjar, dan wilayah lainnya.Baca juga: BMKG Antisipasi Siklon 93S Picu Cuaca Ekstrem, BPBD Jabar Sebar Peringatan DiniPrakiraan ini berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal, serta luaran model cuaca probabilistik/deterministik dan analisis data pengamatan.Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu menyebut bahwa suhu muka laut relatif hangat, gelombang atmosfer tipe low equatorial, bibit siklon tropis 93S di selatan Jawa masih diprakirakan memiliki peluang tinggi menjadi siklon tropis.Meski saat ini terpantau adanya bibit siklon 93S di Samudra Hindia Selatan Jawa yang bergerak menjauhi perairan Indonesia dan sirkulasi siklonik di Kalimantan bagian barat, hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Barat."Terpantau adanya belokan angin dan konvergensi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di Jawa Barat," ucap Ayu dalam keterangannya, Senin .Baca juga: Siklon 93S Ancam Bencana di Bandung Barat, Pemkab Siaga DaruratIa memperkirakan, cuaca di wilayah Jawa Barat sepekan ke depan umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, dengan potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat antara siang, sore, dan malam hari, dengan suhu udara 17-35°C, kelembapan udara 55-95 persen, dan angin Barat 5-30 km/jam.Ia mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap terjadinya potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, serta angin kencang yang dapat mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya."Tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi," ucapnya.
(prf/ega)
Siklon 93S Pengaruhi Kecepatan Angin di Jabar, Waspadai Bencana Hidrometeorologis
2026-01-12 04:13:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:26
| 2026-01-12 03:10
| 2026-01-12 01:56










































