Dugaan Bullying di Brebes Berujung Kematian Siswa, Sekolah Lakukan Mediasi, Keluarga Tolak Uang Damai

2026-01-12 05:22:59
Dugaan Bullying di Brebes Berujung Kematian Siswa, Sekolah Lakukan Mediasi, Keluarga Tolak Uang Damai
- Pihak sekolah MTs di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memfasilitasi proses mediasi menyusul dugaan kasus bullying yang menimpa siswanya, Azka Rizki Fadholi, hingga berujung meninggal dunia.Namun, upaya penyelesaian secara kekeluargaan tersebut ditolak keluarga korban setelah adanya tawaran uang damai dari keluarga terduga pelaku, karena keluarga memilih menempuh jalur hukum.Ditemui pada Minggu , Siti Royanah (42), warga Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menceritakan bahwa tiga bulan telah berlalu sejak kepergian Azka pada Selasa, 12 Agustus 2025.Namun, luka dan pertanyaan atas kematian anaknya belum juga terjawab.Menurut Siti, Azka dikenal sebagai anak penurut dan jarang mengeluh. Ia baru menyadari ada kejanggalan setelah Azka pulang sekolah pada Jumat, 8 Agustus 2025 dalam kondisi murung dan langsung masuk ke kamar.“Biasanya ceria, tapi waktu itu pulang sekolah langsung masuk kamar,” kata Siti.Baca juga: Wagub Jateng Tegaskan Larangan Perundungan dan Hukuman Fisik di PesantrenSaat waktu Salat Jumat tiba, paman Azka datang mengajak berangkat bersama. Namun, Azka mengeluh tidak enak badan.“Kepala saya sakit, Bu, enggak kuat buat bangun,” ujar Siti menirukan ucapan anaknya.Keesokan harinya, Sabtu , Azka tetap memaksakan diri berangkat ke sekolah. Siti mengaku curiga ketika melihat kaus kaki anaknya kotor, seperti bekas terperosok ke lumpur.“Saya suruh ganti kaus kakinya yang kotor, tapi almarhum enggak mau,” ungkapnya.Malam harinya, Azka mengeluhkan rasa sakit di sejumlah bagian tubuh.“Almarhum mengaku sakit di bagian dada dan tangan. Saya suruh coba digerakkan tangannya, tapi enggak bisa. Akhirnya saya bawa ke tukang urut,” tutur Siti.Sejak saat itu, kondisi Azka semakin memburuk. Ia lebih banyak mengurung diri di kamar dan kehilangan keceriaannya.“Sejak Sabtu sampai Minggu hanya di kamar. Makan pun saya antar ke kamar,” kata Siti.Baca juga: Permintaan BNPT ke Pelajar, Lawan Perundungan dan Kelola Konflik lewat DialogPada Senin dini hari, 11 Agustus 2025, Azka keluar kamar dengan dipapah kakaknya untuk ke toilet. Siti yang saat itu sedang memasak mi instan di dapur melihat kondisi anaknya nyaris terjatuh.


(prf/ega)