Pos Kesehatan Disiapkan di Terminal Sumenep, Dukung Keselamatan Selama Libur Nataru

2026-01-14 15:24:55
Pos Kesehatan Disiapkan di Terminal Sumenep, Dukung Keselamatan Selama Libur Nataru
SUMENEP, - Pos kesehatan bagi penumpang dan pengemudi di Terminal Arya Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, disiapkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Arya Wiraraja, Handoko Imam Hanafi menyebut, pos tersebut menjadi upaya penguatan layanan keselamatan perjalanan selama masa libur akhir tahun.Dia juga mengatakan, pos kesehatan mulai diaktifkan sekitar H-10 sebelum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Kehadiran pos tersebut ditujukan untuk memberikan layanan kesehatan dasar sekaligus pemantauan kondisi awak kendaraan umum dan calon penumpang yang berangkat dan datang ke terminal Arya Wiraraja.“Pos kesehatan disiapkan untuk mendukung keselamatan perjalanan selama libur Nataru. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres, dan seperti tahun-tahun sebelumnya pos kesehatan pasti ada,” kata Imam, Kamis .Baca juga: Longsor Tutup Jalan Penghubung 2 Desa di Sumenep, Warga Bersihkan Jalan Dibantu TNI-PolisiMenurut dia, layanan kesehatan tidak hanya menyasar penumpang, tetapi juga pengemudi dan kru bus yang beroperasi di Terminal Arya Wiraraja.Imam, mengatakan, pemeriksaan kesehatan awak bus juga menjadi bagian penting dari pengawasan guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas.“Kesehatan sopir dan kru bus tetap akan dicek. Kami pastikan semua yang bertugas dalam kondisi fit demi keselamatan penumpang,” ujarnya.Selain menyiapkan pos kesehatan, Imam menyebut, pihaknya juga mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama libur Nataru.Baca juga: Ratusan Desa Rawan Bencana, BPBD Sumenep Susun Panduan PenanggulanganImam lantas menjelaskan, di Terminal Arya Wiraraja, lonjakan penumpang diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh masa libur sekolah dan meningkatnya aktivitas perjalanan wisata.Namun, menurut dia, lonjakan penumpang pada momen Nataru dinilai tidak setinggi arus mudik Lebaran.“Untuk Nataru biasanya kenaikan hanya sekitar 20 sampai 30 persen. Berbeda dengan Lebaran yang kenaikannya bisa lebih dari 100 persen,” katanya.Baca juga: Jelang Nataru, Harga Cabai di Ambon Tembus Rp 120.000 Per KilogramKemudian, Imam mengungkapkan, karakteristik perjalanan masyarakat Sumenep pada momen Nataru juga berbeda dengan Lebaran.Dia mengatakan, mayoritas penduduk Sumenep beragama Islam, sehingga Natal dan Tahun Baru bukan menjadi momentum mudik besar.“Lonjakan penumpang jauh lebih rendah dibandingkan momen Lebaran. Mayoritas masyarakat di sini Muslim, sehingga Nataru bukan momentum mudik besar seperti saat Idul Fitri,” ujarnya.Meski demikian, pihak terminal tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, seperti pengaturan arus keluar-masuk bus, kesiapsiagaan petugas, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.Imam menegaskan, peningkatan aktivitas selama libur sekolah tetap perlu diantisipasi sejak dini.Dengan kesiapan pos kesehatan dan pengawasan awak bus, diharapkan perjalanan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman dan nyaman.Baca juga: Longsor Tutup Jalan Penghubung 2 Desa di Sumenep, Warga Bersihkan Jalan Dibantu TNI-Polisi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 15:21