JAKARTA, — Upaya memperkuat ketahanan energi nasional memasuki tahap penting melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dijalankan Kilang Pertamina Internasional (KPI).Proyek ini menjadi strategi kunci di tengah proyeksi konsumsi energi Indonesia yang diprediksi tumbuh rata-rata 4,7 persen per tahun hingga 2050.Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengatakan RDMP Balikpapan dirancang untuk menjawab peningkatan kebutuhan energi nasional sekaligus menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan."RDMP Balikpapan merupakan strategi perusahaan untuk memaksimalkan bisnis eksisting dalam menghasilkan produk berbasis fosil, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan energi di masa depan," kata Milla, melalui keterangan pers, Senin .Baca juga: Prabowo Bakal Resmikan Kilang Raksasa Pertamina Balikpapan di Desember Proyek yang dikelola PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak usaha KPI, ini meningkatkan kapasitas kilang dari 260.000 barrel menjadi 360.000 barrel per hari, menjadikannya salah satu fasilitas pengolahan terbesar di Indonesia.Menurut Milla, peningkatan kapasitas tersebut menjadi tonggak penting bagi pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri. "Bersama Kilang Cilacap, KPI akan memiliki dua kilang berkapasitas di atas 300 ribu barrel per hari," ujarnya.Selain kapasitas, RDMP Balikpapan juga meningkatkan kompleksitas kilang agar mampu menghasilkan BBM setara standar Euro V. Penguatan kualitas ini dinilai sejalan dengan tren global menuju energi rendah karbon."Proyek ini dirancang adaptif terhadap tren energi masa depan yang berorientasi pada lingkungan," ujar Milla.Baca juga: Pertamina Sambut Rencana TNI Amankan Kilang MinyakMilla menambahkan, teknologi pengolahan modern menjadi bagian penting proyek, termasuk unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) sebagai unit utama. Teknologi ini mengolah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, propylene, dan LPG."Unit hasil RDMP Balikpapan tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga ramah lingkungan," tuturnya.Dengan nilai investasi 7,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 122 triliun (kurs Rp 16.500), proyek ini tidak hanya memperkuat infrastruktur energi, tetapi juga menggerakkan ekonomi nasional.Pada puncak konstruksi, RDMP Balikpapan menyerap 24.000 tenaga kerja dan membuka peluang usaha bagi UMKM di Balikpapan, mulai dari penyedia makanan hingga akomodasi. Proyek ini juga ditetapkan memiliki target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35 persen, yang mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti manufaktur baja, konstruksi, logistik, dan jasa teknik."RDMP Balikpapan diharapkan menjadi simbol kesiapan Indonesia menghadapi tantangan energi global, sekaligus menjadi legasi KPI untuk negeri," ujar Milla.
(prf/ega)
RDMP Balikpapan Perkuat Pasokan Energi dan Kurangi Impor BBM
2026-01-12 07:15:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:14
| 2026-01-12 06:33
| 2026-01-12 06:02
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:14










































