Daya Listrik Tetap, Kenapa Tagihan Justru Naik? Berikut Penjelasan PLN

2026-01-15 10:25:17
Daya Listrik Tetap, Kenapa Tagihan Justru Naik? Berikut Penjelasan PLN
– Keluhan soal tagihan listrik yang naik meski daya terpasang tidak berubah, dirasakan beberapa pelanggan rumah tangga maupun pelaku usaha di berbagai daerah.Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama ketika tarif listrik per kilowatt hour (kWh) dinyatakan tetap oleh pemerintah dan PLN.Banyak pelanggan mengira lonjakan tagihan selalu berkaitan dengan kenaikan tarif, padahal ada sejumlah faktor lain yang memengaruhi besarnya pembayaran listrik bulanan.PLN menjelaskan bahwa perubahan tagihan listrik lebih sering dipicu pola pemakaian dan karakteristik peralatan, bukan semata-mata karena tarif atau daya terpasang.Baca juga: Solusi dari PLN jika Tak Bisa Isi Token Saat Muncul Tulisan Periksa di Meteran ListrikMeski tarif listrik per kWh tidak berubah, tagihan pelanggan bisa berbeda setiap bulan karena dipengaruhi konsumsi energi dan kebiasaan pemakaian di rumah maupun tempat usaha.Dilansir dari laman PLN, Jumat , berikut faktor-faktor yang membuat tagihan listrik melonjak walau daya tetap:Besarnya tagihan listrik sangat dipengaruhi konsumsi daya dari peralatan elektronik yang digunakan di rumah atau tempat usaha setiap harinya.Ada beberapa peralatan elektronik yang membuat tagihan listrik melonjak, di antaranya AC 1 PK yang membutuhkan daya listrik 800-900 watt per jam dan pemanas air.Selain itu, kulkas besar dan mesin cuci juga bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap tagihan listrik bulanan.Untuk mengatasi masalah ini, PLN menyarankan pelanggan agar menggunakan peralatan hemat energi, mencabut steker saat tidak digunakan, serta mengatur pemakaian alat berat di luar jam puncak, yaitu pukul 17.00-22.00.Baca juga: Cara Beli Token Listrik Online lewat PLN MobilePerbedaan sistem pembayaran listrik juga memengaruhi persepsi pelanggan terhadap besaran tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan.Pelanggan prabayar atau token dapat memantau pemakaian secara langsung karena token akan habis seiring energi yang dikonsumsi.Sementara itu, pelanggan pascabayar membayar listrik di akhir bulan berdasarkan catatan meteran pemakaian.Meski tarif dasar sama sesuai golongan, sistem prabayar dinilai lebih transparan dan memberi kontrol lebih besar terhadap penggunaan listrik harian.Baca juga: Cara Dapat Diskon Token Listrik PLN di Shopee, Tokopedia, dan GojekDaya terpasang yang lebih besar membuat pelanggan memiliki biaya beban tetap yang juga lebih tinggi setiap bulannya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 10:43