Hasil CKG, Kemenkes: 96 Persen Peserta Dewasa Kurang Aktivitas Fisik

2026-01-12 06:57:55
Hasil CKG, Kemenkes: 96 Persen Peserta Dewasa Kurang Aktivitas Fisik
JAKARTA, - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, 96 persen dari 34,3 juta masyarakat usia kelompok dewasa masuk dalam kategori kurang melakukan aktivitas fisik.Menurut Menkes, hal itu berdasarkan data terbaru hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada akhir Oktober 2025.Berdasarkan data tersebut, pada kelompok usia dewasa, hampir seluruh peserta masuk kategori kurang aktivitas fisik (96 persen), karies gigi (41,9 persen), obesitas sentral (32,9 persen), overweight dan obesitas (24,4 persen)."Temuan ini mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif," ujar Budi Gunadi dalam keterangan tertulis, Rabu .Baca juga: Hasil CKG Ungkap Anak Sekolah Kurang Aktivitas Fisik, Berisiko ObesitasSebelumnya, Budi Gunadi memaparkan bahwa sebanyak 50,5 juta masyarakat telah mengikuti pemeriksaan atau cek kesehatan gratis.Dengan rincian, sebanyak 34,3 juta dari usia kelompok dewasa dan 16,2 juta dari CKG sekolah."Dari 53,6 juta pendaftar, sebanyak 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan Kesehatan," kata Menkes.Budi Gunadi menyebut, tingginya partisipasi masyarakat memanfaatkan program CKG menunjukkan meningkatnya kesadaran publik sekaligus membuka ruang besar untuk memperkuat program promotif dan preventif."Data CKG juga memberi peringatan serius bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus semakin menjadi prioritas bersama," ujarnya.Baca juga: Prabowo Ungkap Temuan CKG: Masalah Gigi Paling BanyakMenkes lantas menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan massal, tetapi untuk deteksi dini dan tata laksana dini untuk penyakit.Menurut dia, semakin dini penyakit ditangani dan diobati, maka peluang sembuh menjadi lebih tinggi dan terhindar dari penyakit katastropik bahkan kematian."Program ini bukan hanya soal jumlah peserta, tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan, layanan kesehatan, dan intervensi di masyarakat,” katanya.Budi Gunadi menambahkan, hasil CKG akan digunakan untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan menjag gaya hidup sehat di masa mendatang."Kita ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan," ujarnya.Baca juga: Tak Sekedar Diperiksa, Kemenkes Pastikan Hasil CKG Siswa Bakal DitindaklanjutiSementara itu, pada CKG bayi baru lahir, ditemukan risiko kelainan saluran empedu (18,6 persen), berat badan lahir rendah (6,1 persen), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,5 persen).Pada balita dan anak prasekolah, masalah gigi tidak sehat (31,5 persen), stunting (5,3 persen), dan wasting (3,8 persen) masih mendominasi.Sementara di kalangan remaja dan pelajar, angka paling tinggi ditemukan aktivitas fisik yang masih kurang (60,1 persen), karies gigi (50,3 persen), dan anemia (27,2 persen).Pada kelompok lansia pun tak luput dari perhatian. Sebanyak 96,7 persen tercatat kurang aktivitas fisik dan 37,7 persen mengalami hipertensi.Baca juga: Hasil CKG Ungkap 1 dari 10 Orang di Indonesia Derita Diabetes


(prf/ega)