UNGARAN, - Dana Desa tahap II untuk 38 desa di Kabupaten Semarang tidak bisa dicairkan.Akibatnya, pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat terancam terhenti. Kades pusing karena masyarakat mulai protes.Sekretaris Paguyuban Kepala Desa Hamong Projo Kabupaten Semarang, Siswanto, mengatakan imbas dana desa yang tak cair, Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tidak terpenuhi."Ini yang merasakan dampak langsungnya ya masyarakat, sudah dianggarkan tapi pembangunannya menjadi terhenti," kata Siswanto, Selasa di Balai Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.Baca juga: 237 Desa di Kendal Tak Bisa Cairkan Dana Desa Tahap Kedua, Apa Penyebabnya?Siswanto mengaku tidak mengetahui penyebab kenapa Dana Desa tahap dua tidak cair."Tidak ada sosialisasi dari pihak terkait, biasanya pencairan tahap dua itu September, tapi tahun ini tidak," ungkapnya.Sementara itu, ia juga merasakan masyarakat mulai protes dan cenderung menyalahkan kepala desa."Masyarakat sudah ada yang protes dan cenderung menyalahkan kepala desa, padahal kan tidak semua ditimpakan ke kepala desa. Sampai saat ini belum ada solusi, pusing. Karena juga tidak mungkin menalangi program desa dengan dana pribadi," kata Siswanto.Baca juga: Dana Desa Tahap II Tak Cair, Kades di Blora: Kami Keberatan, Dibenturkan dengan WargaMenurut Siswanto, besaran Dana Desa tahap dua untuk tiap desa bervariasi, mulai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta."Dari asosiasi kepala desa sudah ke Kementerian Keuangan untuk menanyakan hal tersebut, tapi belum ada jawaban pasti juga," ungkapnya.Tidak cairnya dana desa juga dialami Kepala Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Dimas Prayitno Putra."Nilainya Rp 266 juta, karena itu nanti ada program yang dirasionalisasi, dilihat defisitnya besar atau tidak," ujarnya.Padahal ini saat ini sudah ada berbagai program yang berjalan di desanya. Untuk program pembangunan fisik, lanjutnya, tidak terlalu terdampak karena difokuskan saat dana desa tahap satu."Kalau di Kalisidi mungkin dampaknya yang terasa di kesehatan, misal makanan tambahan balita dan intervensi stunting. Karena itu nanti dihitung ulang, defisit besar atau tidak," ungkap Dimas.Baca juga: Sejumlah Perangkat Desa Sintang Kalbar Protes, Tuntut Pencairan Dana Desa Tahap II"Pemdes Kalisidi belum melakukan sosialisasi terkait pembatalan pencairan Dana Desa tahap dua ini, nanti akan disampaikan saat musyawarah desa. Kita mohon masyarakat memaklumi, program yang urgensinya kurang akan ditiadakan," kata Dimas.
(prf/ega)
Kades di Kabupaten Semarang Pusing Dana Desa Tak Cair: Masyarakat Sudah Protes
2026-01-12 06:06:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:24
| 2026-01-12 06:10
| 2026-01-12 05:38
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 04:23










































