BMKG Peringatkan Potensi Bencana akibat Siklon Tropis di Selatan Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua

2026-01-12 05:10:58
BMKG Peringatkan Potensi Bencana akibat Siklon Tropis di Selatan Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua
JAKARTA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat terbentuknya bibit siklon tropis di sejumlah wilayah Indonesia pada periode November hingga Februari.Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, saat ini Indonesia telah memasuki Desember, sehingga potensi ancaman pembentukan bibit siklon perlu terus diwaspadai.“Periode pada November sampai Februari nanti, ini sekarang kita masuk Desember, bahwa ada ancaman terjadinya atau terbangkitnya bibit siklon di perairan selatan dari Indonesia. Mulai dari Bengkulu, kemudian Sumatera bagian selatan, di selatan Pulau Jawa, kemudian Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua Tengah dan Papua Selatan,” ujar Faisal dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin .Baca juga: BMKG Beri Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek Awal Desember 2025Menurut dia, wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah rawan berkembangnya bibit siklon tropis sehingga dapat menimbulkan curah hujan yang tinggi, gelombang tinggi, dan bencana hidrometeorologi lainnya.“Ini adalah daerah-daerah yang rawan terjadinya bibit siklon yang dapat berkembang menjadi siklon tropis. Tentunya akan ada ancaman curah hujan tinggi, bencana hidrometeorologi, dan juga gelombang tinggi,” lanjutnya.Faisal juga menyinggung sejumlah kejadian siklon tropis sebelumnya yang berdampak signifikan di Indonesia.Ia mencontohkan Siklon Tropis Cempaka yang terjadi pada 2017 di selatan Jawa, kemudian Siklon Tropis Seroja di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2021, dan Siklon Senyar yang terjadi lagi pada 2025 di Selat Malaka.Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Banjir Sumatera: Curah Hujan Bulanan Tumpah dalam Satu Hari“Yang paling kiri itu adalah Siklon Tropis Cempaka di perairan selatan Jawa di Yogyakarta, tahun 2017. Ini kategori satu. Kemudian, pada 2021 itu Siklon Tropis Seroja di perairan NTT, dan kemudian kita menghadapi lagi di tahun 2025… Ini untuk yang Cempaka dan Senyar ini kategori satu, yang kategori dua adalah Siklon Tropis Seroja,” jelasnya.Faisal menegaskan, kesiapsiagaan perlu diperkuat sejak dini untuk meminimalkan dampak apabila siklon tropis dengan kategori lebih tinggi terjadi di kawasan yang padat penduduk.“Kita perlu bersiap juga apabila siklon tropis dengan kategori yang lebih tinggi, lebih kuat, itu terjadi pada daerah-daerah atau provinsi yang padat penduduknya. Ini kesiapsiagaan perlu kita siapkan mulai sekarang,” kata dia.


(prf/ega)