PALANGKA RAYA, - Cuaca ekstrem mengancam Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akibat pengaruh fenomena rossby ekuatorial atau gelombang Rossby yang meningkatkan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di sejumlah titik.Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengungkapkan fenomena tersebut memengaruhi wilayah Kotim karena letaknya berdekatan dengan garis ekuator.“Tentu kami harus sangat hati-hati melihat dampak fenomena rossby ekuatorial ini, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas ketika melihat kondisi awan tebal berwarna hitam yang diikuti dengan angin kencang,” beber Multazam, Rabu .Baca juga: Apa Itu Gelombang Rossby dan Kelvin yang Picu Banjir Bandang Bali?Multazam menjelaskan fenomena rossby ekuatorial ditandai awan hitam tebal yang diiringi hembusan angin kuat.Pada beberapa titik, fenomena ini juga memicu petir dan kilat sehingga berbahaya bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di luar ruangan.“Tanggal 9-11 Desember, di daerah Kuala Kuayan kami menemukan gumpalan awan yang cukup tebal, meski tidak berdampak banyak, karena setelah awan itu lewat diiringi hujan yang cukup lebat,” ujarnya.Ia menyebut hujan yang turun masih berkategori ringan hingga sedang, dan permukaan air sungai di wilayah utara Kotim mulai menurun. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan.“Menghadapi fenomena ini harus hati-hati, perhatikan peringatan-peringatan dini baik yang disampaikan oleh kami maupun lembaga atau instansi seperti BMKG, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, dan kanal media sosial instansi terkait,” lanjutnya.Baca juga: Dilalui Gelombang Rossby, Sulsel Diguyur Hujan meski Sudah Musim KemarauBerdasarkan peringatan dini BMKG, fenomena rossby ekuatorial pada 9–11 Desember 2025 terpantau aktif secara spasial di Pulau Kalimantan.“Ini salah satu jenis gelombang atmosfer skala besar yang terjadi di kawasan khatulistiwa. Ketika gelombang ini aktif melintasi suatu wilayah, ia membawa massa udara yang basah dan mendukung pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan seperti Cumulonimbus,” jelas Multazam.Aktivitas gelombang ini sering dikaitkan dengan peningkatan intensitas hujan yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat berdurasi singkat.“Berdasarkan pantauan BMKG, gangguan fenomena Rossby Ekuatorial secara spasial terpantau aktif di Pulau Kalimantan. Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.Baca juga: Rossby Ekuator Dorong Pertumbuhan Awan Hujan, Bali Hadapi Cuaca Buruk hingga Sebabkan BanjirMultazam menambahkan bahwa kelembaban udara yang cukup basah serta labilitas lokal yang kuat semakin meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur.“Oleh sebab itu, masyarakat harus tetap waspada akan potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai petir, kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung, serta berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir dan pohon tumbang,” pungkasnya.
(prf/ega)
Gelombang Rossby Picu Cuaca Ekstrem di Kotawaringin Timur, Warga Diminta Waspada
2026-01-12 05:35:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:19
| 2026-01-12 06:15
| 2026-01-12 05:30
| 2026-01-12 05:15
| 2026-01-12 04:58










































