JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto ingin jalur kereta api di sejumlah wilayah, seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi diperpanjang.Pasalnya, jalur kereta di wilayah tersebut belum beroperasi secara sempurna. Jika dibangun, biaya logistik yang dikeluarkan petani hingga pedagang diyakini akan menurun."Jadi kereta api kita akan kita perbesar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi. Karena dengan kereta api, biaya logistik akan turun. Biaya ekonomi akan turun. Kita akan kompetitif. Ya kan? Kesejahteraan akan meningkat," kata Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa .Prabowo menuturkan, perpanjangan lintasan kereta diperlukan untuk mengangkut hasil bumi hingga hasil tambang di wilayah-wilayah tersebut.Baca juga: Prabowo Minta Jalur Whoosh Diperpanjang sampai BanyuwangiDi Sumatera misalnya, petani memerlukan kereta untuk mengangkut kelapa sawit, karet, kopi, timah, tambang-tambang, hingga nikel."Saya kira semua. Sumatera perlu. Karena itu juga tidak hanya untuk penumpang. Tapi terutama untuk barang. Untuk logistik. Untuk hasil-hasil bumi kita yang ada di pedalaman untuk dibawa ke pelabuhan," ucap Prabowo.Menurutnya, biaya logistik yang dikeluarkan untuk kereta akan jauh lebih murah dibanding biaya angkut truk. Terlebih, ada banyak jalan rusak di daerah."Daripada pakai truk-truk yang banyak, jalan rusak. Habisin BBM, kereta api listrik, kita akan sangat turunkan biaya ekonomi," jelas Prabowo.Baca juga: Prabowo Jamin Pemerintah Akan Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun Per TahunOleh karenanya, Prabowo meminta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) segera merencanakan infrastruktur tersebut dengan baik."Saya minta Menko segera merencanakan sama Menteri Perhubungan. Saya minta, kapan mulai? (Mereka menjawab) 'Segera mungkin, Pak'. Sulawesi, Kalimantan, Sumatera," tandas Prabowo.
(prf/ega)
Prabowo Ingin Jalur Kereta Sumatra-Sulawesi Diperpanjang Demi Angkut Kelapa Sawit hingga Hasil Tambang
2026-01-12 12:11:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:17
| 2026-01-12 12:00
| 2026-01-12 11:43
| 2026-01-12 11:43
| 2026-01-12 10:50










































