10 Stasiun Kereta Favorit Penumpang KAI di Libur Akhir Tahun 2025

2026-01-14 17:47:14
10 Stasiun Kereta Favorit Penumpang KAI di Libur Akhir Tahun 2025
- Momen Libur Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu momen favorit masyarakat untuk bepergian, baik untuk wisata, silaturahmi keluarga, maupun aktivitas akhir tahun.Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), hingga 18 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket kereta api selama periode Nataru 2025/2026 telah mencapai 1.747.125 tiket, atau sekitar 49,8 persen dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan.Dari jumlah tersebut, tiket kereta jarak jauh tercatat 1.630.549 tiket atau 59,1 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk, sedangkan tiket kereta lokal mencapai 116.576 tiket, setara 15,6 persen dari total kapasitas 745.056 tempat duduk.Baca juga: Liburan 3 Hari 2 Malam di Dua Negara: Singapura–Malaysia, Berapa Biayanya?Tingkat okupansi tertinggi terjadi pada H-11, Minggu 28 Desember 2025, mencapai 65,8 persen, dan diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak liburan.KAI menyediakan total 3.506.104 tempat duduk selama masa Nataru ini, guna mendukung mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk untuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, dan aktivitas ekonomi.Di antara ribuan stasiun yang ada, ada 10 stasiun yang paling banyak dipilih penumpang selama libur Nataru. Dominasi stasiun-stasiun ini menunjukkan minat tinggi masyarakat ke kota-kota wisata, pusat budaya, dan destinasi favorit akhir tahun, seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Berikut daftarnya:Stasiun ini menjadi gerbang utama menuju Jakarta dan selalu ramai dikunjungi saat libur akhir tahun.Kota budaya ini menjadi magnet wisatawan yang ingin menikmati candi, kuliner, dan pusat kerajinan lokal.Baca juga: Ada Hotel di Dalam Stasiun Gambir, Bisa Menginap 4 Jam, Sekian BiayanyaPintu gerbang strategis di Jakarta, banyak digunakan untuk perjalanan liburan maupun bisnis.Memudahkan akses ke Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan kawasan wisata populer lainnya.Terhubung dengan Jabodetabek, stasiun ini ramai digunakan penumpang lokal maupun komuter.Kota kembang dan kuliner yang terkenal, selalu jadi destinasi favorit wisatawan.Salah satu gerbang utama ke Surabaya, dekat pusat kota dan destinasi wisata.Stasiun strategis lain di Surabaya, diminati wisatawan dan pebisnis.Baca juga: Daftar Kereta Favorit dari Gambir dan Pasar Senen untuk Libur Akhir TahunPintu masuk ke Semarang, memudahkan akses ke Kota Lama, Sam Poo Kong, dan pusat kuliner.Terletak di Jakarta Timur, memudahkan akses ke wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.Bagi yang ingin merencanakan perjalanan libur akhir tahun, KAI menyediakan diskon tiket sebesar 30 persen untuk periode 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.Total 1.509.080 tempat duduk disiapkan untuk program ini, dan hingga 18 Desember 2025, 695.966 tiket atau 46 persen telah terjual.Diskon ini berlaku khusus untuk kereta api ekonomi komersial, sehingga masyarakat bisa menghemat biaya perjalanan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 16:26