Pemprov DKI Putihkan 6.050 Ijazah Siswa Sepanjang 2025, Nilainya Capai Rp 14,9 Miliar

2026-01-17 07:48:58
Pemprov DKI Putihkan 6.050 Ijazah Siswa Sepanjang 2025, Nilainya Capai Rp 14,9 Miliar
JAKARTA, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memutihkan sebanyak 6.050 ijazah siswa sepanjang 2025. Program ini ditujukan bagi lulusan sekolah menengah swasta yang ijazahnya tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, pemutihan ijazah tersebut dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemutihan diberikan kepada 117 siswa. Tahap kedua menyasar 371 siswa, disusul tahap ketiga sebanyak 820 siswa.Selanjutnya, tahap keempat dilaksanakan dalam dua gelombang dengan jumlah penerima masing-masing 744 siswa dan 1.238 siswa. Adapun tahap kelima menjadi tahap dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 2.753 siswa.Baca juga: Jalan Surabaya, Lorong Waktu Barang Antik yang Bertahan di Tengah Sepinya Pembeli"Jumlahnya sekarang sudah 6.050 ijazah yang diputihkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, bekerja sama dengan Baznas dan Bazis, yang nilainya kurang lebih 14,9 miliar rupiah," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa .Pramono menjelaskan, mayoritas ijazah tersebut tertahan karena keterbatasan ekonomi keluarga siswa.Menurut dia, kondisi tersebut membuatnya sedih, terutama ketika mengetahui lamanya ijazah tidak dapat diambil."Peristiwa ini selalu buat saya pribadi adalah mengharukan. Karena enggak mungkin saudara-saudara sekalian, tadi ada yang lima tahun (ijazah tertahan), ada yang dua tahun, tiga tahun, tidak bisa mengambil ijazah, pasti persoalan utamanya adalah karena masalah finansial," ucap Pramono.Ia menuturkan, pada pemutihan ijazah tahap kelima, Pemprov DKI menemukan ijazah yang tertahan hingga belasan tahun lamanya."Bahkan tadi ada yang sampai ijazahnya itu tertahan 17 tahun. Sekarang bapak-bapaknya tadi umurnya sudah 50 tahun dan ijazahnya itu tulisannya bukan SLTA tapi masih SMU," jelasnya.Baca juga: Tanpa Kembang Api, Orangtua Rayakan Tahun Baru Bersama AnakPramono memastikan, program pemutihan ijazah akan kembali dilanjutkan pada 2026 dengan sasaran yang sama seperti tahun ini."Jadi untuk tahun depan, mudah-mudahan kurang lebih sama dengan apa yang kami lakukan di tahun 2025. Kalau bisa 6.000 menurut saya cukup bagus. Jadi berapa pun akan kami lakukan untuk pemutihan," ungkapnya."Ini berlaku di SMA swasta. Kalau negeri kan udah digratiskan Jakarta, sehingga swasta yang berlaku untuk itu," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-17 08:09