400 Selimut dan 380 Kasur Lipat Disebar buat Pengungsi Longsor Cilacap

2026-01-11 04:00:14
400 Selimut dan 380 Kasur Lipat Disebar buat Pengungsi Longsor Cilacap
JAKARTA, - Selain pengerahan alat berat untuk mendukung operasi pencarian korban dan pembersihan material, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memberikan bantuan sarana-prasarana (sarpras) dasar bagi warga yang mengungsi akibat bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).Bantuan ini berupa 400 set selimut dan 380 unit kasur lipat. Kemudian, juga 4 toilet portable dan 2 Hidran Umum (HU) dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat.Dengan bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan para warga yang mengungsi akibat bencana tanah longsor. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, Kementerian PU siap mendukung penuh upaya penanganan darurat bekerja sama dengan instansi kebencanaan pusat maupun daerah."Sejak masa tanggap darurat ditetapkan, Kementerian PU melalui balai-balai teknis terdekat dengan lokasi bencana telah mengerahkan 15 unit alat berat yang masih bekerja di lokasi untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi material longsoran," ungkap Dody dalam keterangannya, Sabtu .Baca juga: Longsor Cilacap: Kementerian PU dan BNPB Kaji Cekungan LerengKepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Roy Panagom Pardede mengatakan, menurut laporan lapangan, hari ini merupakan hari terakhir proses pencarian, dan masih terdapat dua korban yang belum ditemukan.Seluruh personel dan armada tetap bersiaga hingga operasi pencarian dinyatakan selesai oleh otoritas terkait."Setelah operasi SAR selesai, kami menunggu hasil dari tim teknis dari Dit Bintek SDA untuk merumuskan penanganan lanjutan yang paling aman dan efektif. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,"kata Roy. Sebelumnya saat meninjau ke lokasi bencana tanah longsor di Majenang, Cilacap pada Selasa lalu, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan setelah pencarian korban selesai, yang tidak kalah penting adalah upaya mitigasi agar bencana longsor tidak kembali terjadi.Berdasarkan temuan kondisi topografi di lokasi, terdapat cekungan alam di sisi atas lereng yang selama ini menampung aliran air hujan.Baca juga: 15 Ekskavator Dikerahkan Tangani Banjir dan Longsor di CilacapAir yang merembes keluar kemudian melemahkan struktur tanah dan memicu longsoran.“Ke depan, tugas kita adalah memastikan cekungan itu tidak lagi menahan air. Tidak harus kering 100 persen, tapi minimal air selalu teralirkan sehingga tidak memicu longsor baru,” ungkapnya.Dody menambahkan, Kementerian PU akan segera mengkaji kondisi cekungan lereng yang menjadi penyebab bencana tanah longsor di Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jateng.Ini juga termasuk usulan pembuatan sistem drainase untuk mengalirkan air dari cekungan ke sungai terdekat sebagai bagian dari  mitigasi jangka panjang.  Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, penanganan bencana bukan hanya soal respons cepat, tetapi juga deteksi dini dan pencegahan.Kementerian PU akan menindaklanjuti kajian potensi longsor tidak hanya di Cilacap, tetapi juga di daerah lain yang memiliki pola kerentanan serupa, seperti Banjarnegara dan Banyumas.“Kita bicara bukan hanya hari ini, tapi ke depan. Bagaimana supaya peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di sini atau di tempat lain. Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat lewat pencegahan yang lebih kuat,” tutupnya.


(prf/ega)