Soal Kasus Penipuan WO Ayu Puspita, Bagaimana Awal Masalahnya?

2026-01-17 06:30:03
Soal Kasus Penipuan WO Ayu Puspita, Bagaimana Awal Masalahnya?
- Kasus penipuan wedding organizer (WO) Ayu Puspita atau PT APS belakangan ini ramai jadi pemberitaan.Dikabarkan bahwa WO Ayu Puspita melakukan penipuan terhadap para pengantin yang menjadi klien jasa penyelenggara pernikahan tersebut.Lantas, bagaimana kasus penipuan WO Ayu Puspita ini bermula?Dirangkum dari pemberitaan Kompas.com, berikut beberapa informasi yang perlu Anda ketahui terkait dugaan penipuan WO Ayu Puspita:Baca juga: Penjelasan Polisi soal Kabar Pelaku Penipuan WO Dilepas Usai DiperiksaDugaan penipuan ini terungkap setelah seorang perias pengantin mengunggah laporan di media sosial TikTok mengenai pernikahan bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, Sabtu .Unggahan tersebut memicu perhatian warganet hingga sejumlah orang yang mengaku sebagai korban mengomentari dan berkoordinasi melalui grup WhatsApp.Baca juga: 5 Iklan Lowongan Kerja yang Sering Jadi Target Penipuan Versi Jobstreet 2025Dari hasil diskusi di grup, para korban menduga WO menawarkan paket layanan yang serupa dan menggiurkan kepada banyak pasangan, sehingga menarik banyak pesanan dalam waktu bersamaan.Seusai dugaan penipuan WO viral di media sosial, sejumlah orang yang menjadi korban menggeruduk rumah pemilik WO Ayu Puspita di Jalan Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur, Minggu malam.Korban mengaku mengalami kerugian dan menuntut Ayu Puspita untuk tanggung jawab atas perbuatannya.Baca juga: Setahun Lapor Polisi, Nenek Siin Korban Penipuan Rumah di Batam Belum Dapat KepastianMenurut keterangan polisi, modus yang digunakan WO Ayu Puspita adalah menawarkan paket pernikahan lengkap, tetapi layanan tidak dipenuhi pada hari pelaksanaan.Salah satu pelapor mengaku telah melunasi biaya sebesar Rp 82.740.000 untuk paket pernikahan melalui rekening atas nama Ayu Puspita Dinanti.Namun, pada hari resepsi, tidak ada fasilitas yang disediakan sebagaimana tercantum dalam kesepakatan.Pola penipuan yang dialami korban lain juga serupa, yakni WO menerima pembayaran penuh, namun tidak memberikan layanan pada hari H.Baca juga: Modus Penipuan di Kampus, Rektor ITB Dijadikan Umpan Minta PulsaTamay (26) menjadi salah satu korban penipuan WO Ayu Puspita di mana saat hari-H (Sabtu, 6 Desember 2025) katering makanan tidak datang, dan di lokasi hanya ada dekorasi.Sejumlah korban penipuan juga berasal dari luar Jakarta, seperti Cimanggis, Cileungsi, Bogor, hingga Bekasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-17 05:46