Sebulan Pascabanjir Aceh Utara, Warga: Pak Menteri PU, Kapan Jembatan Kami Dibangun?

2026-01-15 10:40:58
Sebulan Pascabanjir Aceh Utara, Warga: Pak Menteri PU, Kapan Jembatan Kami Dibangun?
ACEH UTARA, - Sebulan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, belum ada satu pun pembangunan jembatan di kabupaten itu.Tercatat 67 jembatan rusak, dengan rincian 57 rusak berat dan 10 rusak sedang.Kategori rusak berat ini jembatan yang hilang disapu banjir. Salah satunya di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.Jembatan rangka baja itu hilang disapu banjir.Dua jembatan lainnya juga rusak berat, sehingga tak bisa menggunakan akses darat menuju desa itu.“Sudah sebulan pascabanjir, belum ada tanda-tanda pembangunan jembatan kami. Pak Menteri Pekerjaan Umum (PU) kami harap bisa membantu pembangunan jembatan ini,” kata Kepala Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Fazir Ramli, Sabtu .Baca juga: Aceh Utara Siapkan 24 Hektare Lahan bagi Korban Banjir, Terbuka Lembaga Donor Bangun RumahMenurut dia, jembatan itu akses menuju pusat kecamatan.Jembatan ini digunakan masyarakat empat desa, yaitu Desa Gunci, Kubu, Lhok Cut, dan Desa Blang Cut, Kecamatan Sawang, menuju pusat Kecamatan Sawang.“Jembatan ini pun digunakan petani, masyarakat, dan anak sekolah menuju kota kecamatan,” ujar Fazir.Saat ini, mereka mengandalkan rakit untuk menuju pusat kecamatan. Rakit bambu dan satu perahu karet bantuan dari Polres Lhokseumawe.“Kami harap, Menteri PU segera membangun jembatan kami, agar roda perekonomian kami sebagai pekebun dan petani hidup kembali pascabanjir,” katanya.Camat Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Mazinuddin, berharap hal yang sama.Menurutnya, jembatan itu sepanjang 100 meter sebelum banjir.Baca juga: Peralatan Dukcapil Aceh Utara Rusak karena Banjir, dari Alat Rekam KTP hingga KomputerKini jika dibangun baru, panjang jembatan bertambah menjadi 150 meter karena sebagian bibir sungai sudah menjadi sungai.“Jika tidak dibangun jembatan ini, maka akses empat desa kacau. Petani dan pekebun kami akan susah membawa barang, begitu juga anak sekolah,” ucap dia. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-01-15 08:39