Lapor Prabowo, BRIN Siap Tampung Lulusan SMA Garuda

2026-02-02 09:19:33
Lapor Prabowo, BRIN Siap Tampung Lulusan SMA Garuda
JAKARTA, - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) siap menampung lulusan sekolah unggulan SMA Garuda.Hal ini disampaikan Kepala BRIN Arif Satria kepada Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin ."Tadi sudah saya sampaikan juga kepada Bapak Presiden bahwa dalam jangka panjang BRIN akan mempersiapkan ekosistem riset dan inovasi untuk menampung para lulusan yang berasal dari SMA Garuda," kata Arif, di Istana Kepresidenan, Senin.Baca juga: BRIN: Pesawat N219 Siap Diproduksi Lebih BanyakIa menyampaikan, sebagian lulusan SMA Garuda diproyeksi akan menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri.Mereka akan mengambil jurusan yang berkaitan dengan Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).Sekembalinya ke Indonesia, BRIN siap menampung para lulusan baru tersebut."Ketika mereka kembali ke Indonesia, Insya Allah sebagian bisa bergabung ke BRIN," ucap dia.Oleh karenanya, Arif mengungkapkan, BRIN mulai menyiapkan sejumlah alat canggih yang akan mendukung penelitian tersebut.Baca juga: Swasembada Protein, BRIN Berencana Bentuk Pusat Penilitian Perikanan TangkapDengan begitu, ekosistem penelitian yang tercipta di lingkungan BRIN akan kondusif dan menunjang program strategis pemerintah."Nah, sehingga dari sekarang kita siapkan alat-alat yang canggih, ekosistem yang kondusif, sehingga mereka ketika pulang ke Indonesia ini memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi untuk menghasilkan inovasi untuk bangsa kita," ujar dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 08:36