Kado Natal untuk Korban Banjir Sumatera, 2.600 Huntap Siap Dibangun

2026-01-12 04:58:57
Kado Natal untuk Korban Banjir Sumatera, 2.600 Huntap Siap Dibangun
JAKARTA, - Di tengah suasana hangat perayaan Natal 2025, komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana alam tidak surut sedikit pun.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara,  memimpin rapat strategis untuk mempercepat pembangunan 2.600 unit hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Pertemuan penting yang berlangsung pada Kamis, 25 Desember 2025 ini, menjadi simbol kuat kehadiran negara yang tidak mengenal hari libur saat menyangkut kepentingan rakyat.Baca juga: 7 BUMN Karya Kompak Bangun 600 Huntara Korban Bencana di Aceh TamiangProyek kemanusiaan ambisius ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perwujudan nyata dari semangat gotong royong nasional.Pemerintah menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai mitra strategis dalam proses konstruksi.Ara pun memberikan apresiasi tinggi kepada yayasan tersebut serta seluruh jajaran kementerian dan pemerintah daerah yang bersedia meluangkan waktu pada hari raya keagamaan demi memastikan warga terdampak bencana segera memiliki tempat tinggal yang layak.Rapat koordinasi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci kabinet dan pimpinan daerah, baik secara daring maupun luring, di antaranya: Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Ossy Dermawan.Baca juga: Ara Bagi-bagi Rp 100 Juta Titipan Prabowo Buat Penghuni Huntap CianjurHadir juga Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.Dalam arahannya, Ara menekankan bahwa kecepatan pembangunan harus dibarengi dengan ketelitian teknis yang tinggi.Dia juga menginstruksikan agar pemilihan lokasi Huntap memenuhi standar keamanan yang ketat guna menghindari risiko bencana berulang pada masa depan.Fokus utama kriteria lokasi yang ditetapkan meliputi bebas bencana, lokasi harus dipastikan secara teknikal tidak rawan banjir dan aman dari potensi tanah longsor.Baca juga: Keluhan Penghuni Huntap Tahap III Cianjur, Mulai dari Air Keruh hingga Baru Dapat Sertifikat 10 TahunHuntap harus berada dalam jangkauan fasilitas umum yang memadai untuk mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga.Status lahan harus jelas secara hukum untuk menghindari sengketa di kemudian hari.Pembangunan tidak boleh dilakukan di area yang berpotensi merusak ekosistem atau lingkungan sekitar.Ara menegaskan, keberhasilan program gotong royong ini sangat bergantung pada kecepatan dan proaktifnya Pemerintah Daerah dalam menyiapkan lahan yang sesuai kriteria."Semua tergantung kecepatan dari Pemerintah Daerah juga untuk pembangunan hunian lewat gotong royong ini," tegas Ara sebagai motivasi bagi para kepala daerah untuk segera bergerak.Baca juga: Huntap Korban Gempa Likuifaksi Sulteng Rampung, Pemerintah Serah Terima KunciLangkah progresif ini diharapkan menjadi titik balik bagi ribuan keluarga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk segera bangkit dari masa sulit pascabencana.Kehadiran negara bersama elemen masyarakat seperti Yayasan Buddha Tzu Chi pada momen Natal ini mengirimkan pesan optimisme bahwa perlindungan terhadap rakyat adalah prioritas utama yang melampaui segala batasan waktu.


(prf/ega)

Berita Lainnya