Pemkot Pasuruan Tetapkan Siaga Bencana 150 Hari, Catat 193 Kejadian Sepanjang 2025

2026-01-12 13:14:47
Pemkot Pasuruan Tetapkan Siaga Bencana 150 Hari, Catat 193 Kejadian Sepanjang 2025
PASURUAN, - Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menetapkan status siaga bencana untuk Kota Pasuruan.Keputusan tersebut diambil berdasarkan kajian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang mencatat terdapat 193 kejadian bencana sepanjang tahun 2025.Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Wali Kota Pasuruan Nomor 100.3.3.3/283/423.011/2025 tentang Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Puting Beliung, dan Rob, yang berlaku selama 150 hari, hingga tanggal 16 April 2026.Guna menindaklanjuti penetapan status siaga bencana, Wali Kota telah menugaskan Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan sebagai komandan tanggap darurat.Baca juga: Penangananan Bencana Aceh Masuk Fase Kedua, Mualem: Kita Akan Berjuang Tanpa HentiPihaknya juga memerintahkan instansi lainnya untuk mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki."Kami memerintahkan perangkat daerah, lembaga, atau instansi yang terkait penanganan bencana untuk mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki serta selalu siaga dan koordinasi dengan BPBD," ujar Adi, Senin .Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, mengungkapkan bahwa selama tahun 2025, pihaknya mencatat terdapat 193 kejadian bencana.Bencana paling dominan disebabkan cuaca ekstrem seperti hujan deras yang disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang hingga rumah warga rusak.Kejadian tersebut total berjumlah 105 peristiwa.Kejadian paling banyak berikutnya adalah kebakaran dan banjir.Baca juga: Libur Nataru, Pengguna Tol Gempol-Pasuruan Naik, Petugas: Tetap WaspadaBPBD Kota Pasuruan mencatat ada 56 peristiwa kebakaran dan 36 bencana banjir pada 2025.Guna menindaklanjuti keputusan status siaga, BPBD melakukan pelatihan terhadap personel guna meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan.Selain itu, juga dilakukan pengecekan peralatan ketika diperlukan saat terjadi bencana.Pihaknya juga menyiapkan posko siaga bencana di kantor BPBD."Kami menyiapkan posko siaga di kantor karena statusnya masih siaga. Kalau statusnya darurat, baru di titik potensi banjir. Tapi semoga saja tidak sampai status darurat," ujar Anang.Selanjutnya, dari ratusan kejadian bencana tersebut, yang paling banyak terjadi di Kecamatan Bugul Kidul dan Panggungrejo.Baca juga: Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Pasuruan Ditutup untuk Mobil, Cegah Kecelakaan Saat NataruDi dua kecamatan ini tercatat bencana terjadi lebih dari 50 kali.Kemudian di Kecamatan Gadingrejo tercatat sekitar 40 kejadian dan di Kecamatan Purworejo tercatat sekitar 30 kejadian bencana.


(prf/ega)