Sopir Angkot Bandung Antre Bikin ATM BJB, Demi Kompensasi Rp 500.000 Selama Libur Dua Hari

2026-01-12 05:45:50
Sopir Angkot Bandung Antre Bikin ATM BJB, Demi Kompensasi Rp 500.000 Selama Libur Dua Hari
BANDUNG, – Kabar rencana pemberian kompensasi sebesar Rp 250.000 per hari kepada sopir angkot dan pemilik angkutan kota (angkot) selama tidak beroperasi pada 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026 menjadi angin segar bagi pengemudi angkot di Kota Bandung.Kompensasi tersebut rencananya diberikan sebagai pengganti pendapatan sopir angkot selama kebijakan penghentian sementara operasional angkot pada perayaan Tahun Baru.Yono (71), sopir angkot trayek Ciumbuleuit–Sederhana yang akrab disapa Nono, menyambut baik rencana pemberian kompensasi tersebut.Namun, ia berharap kebijakan itu benar-benar direalisasikan.“Alhamdulillah, bersyukur kalau ada (kompensasi). Tapi saya belum dapat imbuan lagi dari pemilik (angkot), ini (kompensasi) benar atau enggak. Semoga saja benar, bukan cuka janji KDM,” kata Nono saat ditemui di Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Selasa .Baca juga: Momen Libur Akhir Tahun, Operasional Angkot Puncak Dihentikan SementaraNono menuturkan, kompensasi Rp 250.000 per hari sangat berarti bagi sopir angkot yang tidak memiliki gaji tetap.Menurut Nono, pendapatannya sebagai sopir angkot rata-rata hanya berkisar Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per hari setelah dipotong setoran dan biaya operasional.“Ya, kita mah, orang kecil, enggak punya gaji. Setiap hari keluar jam 5.30 WIB, selesai 17.00 WIB, mau enggak mau harus dapat Rp 225.000 minimal, setoran Rp 70.000, bensin Rp 90.000,” ujarnya.Karena berharap kompensasi tersebut, Nono mengaku dua hari terakhir terpaksa tidak bekerja untuk mengurus pembuatan rekening Bank BJB sebagai syarat pencairan dana.Baca juga: Angkot Bandung Libur 2 Hari Saat Tahun Baru, Sopirnya Dapat Rp 500 RibuIa menyebut, banyak sopir angkot lain juga melakukan hal serupa sehingga antrean di kantor-kantor Bank BJB membludak.“Yang bikin ATM bukan cuma seorang atau puluhan, di bank itu sampai ratusan orang jadi antrenya panjang. Belum lagi datanya kurang harus balik lagi. Soalnya katanya nanti ditransfer ke Bank BJB,” tandasnya.Harapan serupa juga disampaikan Undang Sunandi (62), pemilik tiga unit angkot jurusan Cicaheum–Kebon Kalapa. Menurut dia, kompensasi tersebut sangat ditunggu oleh para pengemudi angkot miliknya.“Kalau saya, satu mobil cuma satu sopir, ya kalau ada kompensasi, alhamdulillah, bisa istirahat, soalnya sopir saya aki-aki semua, umurnya di atas 60 tahunan,” bebernya.Baca juga: Respons Kritik YLKI, Dedi Mulyadi Yakin Angkot Libur Bisa Atasi Macet Tahun Baru di BandungUndang memastikan, seluruh dokumen persyaratan pembuatan rekening Bank BJB telah dikumpulkan.“Sudah dikoordinir semua dari Kobanter (koperasi),” pungkasnya.


(prf/ega)