Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Bangunan Modular Huntara Didirikan

2026-01-16 12:41:05
Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Bangunan Modular Huntara Didirikan
JAKARTA, - Di tengah tantangan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, kecepatan dan kualitas hunian menjadi variabel penentu keselamatan masyarakat.Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), menghadirkan terobosan konstruksi melalui sistem Bangunan Modular.Dalam situasi darurat bencana, konstruksi konvensional seringkali terkendala oleh waktu, cuaca, dan mobilisasi material.Baca juga: 7 BUMN Karya Kompak Bangun 600 Huntara Korban Bencana di Aceh TamiangTeknologi modular WEGE hadir sebagai solusi disruptif yang menawarkan efisiensi tanpa mengorbankan durabilitas.Sebagian besar komponen huntara diproduksi di pabrik dengan standar kontrol kualitas tinggi.Hal ini meminimalisasi limbah di lokasi bencana dan mempercepat waktu instalasi hingga 30-50 persen lebih cepat dibanding bangunan permanen.Huntara ini dirancang menggunakan rangka baja ringan yang fleksibel terhadap guncangan guncangan tanah dan antisipasi gempa susulan, serta tahan terhadap korosi.Penggunaan papan semen, multiplek lantai, serta atap zincalume memastikan hunian tetap sejuk di siang hari dan hangat di malam hari, menciptakan kenyamanan psikologis bagi warga terdampak.Baca juga: HGU di 32 Kab/Kota Disiapkan untuk Huntara Korban Banjir Sumatera"Melalui kolaborasi WIKA dan WEGE, kami menghadirkan Huntara modular yang dibangun secara cepat, aman, dan kuat, sehingga dapat segera dimanfaatkan sebagai tempat tinggal yang nyaman dan layak," ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, dikutip Kompas.com, Senin .WIKA-WEGE memahami bahwa pemulihan sosial tidak cukup hanya dengan atap dan dinding.Oleh karena itu, 80 unit Huntara yang berlokasi strategis di Jalan Banda Aceh–Medan ini dirancang sebagai satu ekosistem sosial yang lengkap.Baca juga: 786 Huntara di Sulawesi Tengah Belum BerpenghuniHal ini mencakup toilet dan sarana air bersih yang higienis guna mencegah wabah penyakit pascabencana, mushola dan dapur umum sebagai pusat interaksi warga untuk mempercepat pemulihan trauma (trauma healing).Lokasi di Kebun Tanjung Seumantoh dipilih agar warga tetap memiliki konektivitas terhadap jalur ekonomi dan distribusi bantuan logistik.Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini merupakan bagian dari program BUMN Peduli yang dikoordinasikan oleh Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.Total dukungan infrastruktur dan logistik yang dihimpun secara kolektif mencapai lebih dari Rp 72 miliar.Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa proses pemulihan berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 11:19