JAKARTA, - Chairman sekaligus Chief Executive Officer Lenovo, Yuanqing Yang menegaskan Indonesia menjadi salah satu pasar kunci dalam strategi global Lenovo, khususnya untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) berbasis hybrid.Hybrid AI merupakan pendekatan Lenovo yang menggabungkan pemrosesan AI di perangkat (edge), pusat data (data center), dan cloud, sehingga memungkinkan perusahaan dan pengguna mengolah data secara lebih fleksibel, aman, dan efisien.Dalam sesi wawancara eksklusif dengan jurnalis Yudha Pratomo, Yuanqing Yang mengungkap posisi Indonesia dinilai strategis untuk Lenovo, baik dari sisi pasar, investasi, maupun pengembangan teknologi jangka panjang."Sangat penting karena memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan populasi online terbesar keempat di dunia," kata Yang kepada jurnalis Yudha Pratomo di kantor Lenovo Indonesia, Kamis . Baca juga: Konsol Genggam Lenovo Legion Go 2 Resmi di Indonesia, Ini Harganya"Itulah mengapa kali ini kami datang ke sini, bukan hanya saya, seluruh tim kepemimpinan Lenovo hadir untuk mengadakan pertemuan bulanan kami," sambung pria yang bergabung dengan Lenovo sejak 1989 ini.Yang juga menegaskan Lenovo telah "melokal" untuk mendukung pasar Indonesia, termasuk soal fasilitas manufaktur yang sudah dimiliki Lenovo di Tanah Air. Dengan populasi hampir 300 juta jiwa dan sekitar 50 juta konsumen kelas menengah, Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang besar.Lenovo bahkan menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar ketiga di kawasan Asia Pasifik di luar China, India, dan Jepang.Indonesia juga dianggap pasar dengan pertumbuhan sangat cepat oleh Lenovo, dengan potensi besar Indonesia dari sisi penetrasi perangkat. Yang memberikan contoh penetrasi PC di Tanah Air. Ia menjelaskan, dengan populasi yang besar, pasar PC di Indonesia relatif masih kecil. Kondisi ini, menurutnya, membuka ruang pertumbuhan yang besar. "Jika Anda ingin menyebutkan satu perbedaan spesifik, saya akan mengatakan kita memiliki potensi lebih besar di pasar ini. Dengan populasi 300 juta, pasar PC tahunan kita sekitar 4 juta," ujar Yang. Selain PC, Lenovo juga melihat peluang di segmen lain, yaitu bisnis smartphone yang dimiliki setelah mengakuisisi Motorola pada 2014 lalu. Menurut Yang, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia sangat tinggi, lebih dari 60 persen. Namun, ia mengakui pangsa pasar Lenovo di segmen tersebut masih kecil. Baca juga: Ini Harga Motorola Moto X70 Air, HP Tipis Penantang iPhone Air"Kami memiliki pangsa pasar yang sangat kecil, jadi kami dapat lebih mengembangkan pangsa pasar kami di sini," ungkap Yang.Bisnis infrastruktur juga dinilai memiliki potensi yang besar di Indonesia, khususnya untuk pusat data. Ia bahkan menyebut pertumbuhan pasar pusat data di Indonesia bisa sangat cepat.
(prf/ega)
Lenovo Lihat Peluang Besar di Indonesia, CEO Buka Opsi Investasi R&D AI
2026-01-12 04:05:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:43
| 2026-01-12 02:54
| 2026-01-12 02:31
| 2026-01-12 02:17
| 2026-01-12 02:12










































