Aceh Tamiang Disebut Kota Zombie usai Disapu Banjir, Ini 5 Fakta Kondisinya

2026-01-12 17:30:23
Aceh Tamiang Disebut Kota Zombie usai Disapu Banjir, Ini 5 Fakta Kondisinya
- Lini masa media sosial Instagram ramai membahas kondisi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, seusai banjir bandang menerjang pada akhir November 2025.Wilayah itu disebut seperti kota zombie. Keadaannya mencekam. Rumah-rumah warga rata dengan tanah dan korban yang selamat menjerit kelaparan.Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terparah yang diterjang banjir.“Kondisi kota Aceh Tamiang saat ini sangat luar biasa mencekam. Kalau malam hari seperti kota zombie karena mati lampu, bau tidak sedap, dan masih ada mayat belum terevakuasi. Baik di kota maupun kampung-kampung,” kata Muhammad Hendra Vramenia, warga Kampung Bundar Kecamatan Karang Baru, dikutip dari Kompas.com, Sabtu . Salah satu desa yang terdampak adalah Desa Sekumur. Sedikitnya 280 rumah hanyut terbawa banjir dengan ketinggian air mencapai 7 meter.Akibatnya, 1.234 penduduk kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.Lantas, seperti apa kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang sehingga disebut seperti kota zombie?Baca juga: Suara Warga Aceh demi Pemulihan Langsa dan Tamiang...Empat kecamatan di Aceh Tamiang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, lokasi di mana Siklon Tropis Senyar pemicu hujan lebat hingga ekstrem yang disertai dengan angin kencang terbentuk pada 26 November 2025.Berikut ini kondisi Aceh Tamiang kurang lebih sepekan pasca banjir bandang terjadi:Hendra bercerita, beberapa desa di Aceh Tamiang kini rata dengan tanah. Rumah-rumah warga tertimbun kayu-kayu dan balok besar yang hanyut terbawa banjir.Di Desa Sekumur, hanya bangunan masjid yang tersisa. Sedangkan yang lainnya hanyut disapu banjir."Saat ini masyarakat di sana mulai resah dan tidak aman lagi," kata dia, masih dari sumber yang sama.Sebab, bantuan yang diterima masih sangat minim lantaran kampungnya terisolasi.Di sisi lain, Hendra berkata, pemerintah seharusnya sudah segera me-recovery Aceh Tamiang karena kota tersebut sudah mengerikan."Kalau tidak (di-recovery) bahaya, hari ini Aceh Tamiang itu sudah seperti kota kotoran. Kotoran sudah dimana-mana,” ucapnya.Baca juga: Bupati Nagan Raya Aceh: Sepekan Kami Belum Terima Bantuan dari Pusat, Kami Sangat BerharapSetelah banjir terjadi, Hendra mengaku kesulitan mendapat makanan. Bantuan dari pemerintah juga tak kunjung datang.Dia bahkan terpaksa menerobos banjir dan berenang untuk mencari makan.Meski hampir hanyut dan terkena paku, Hendra akhirnya menemukan toko sembako yang masih berjualan.


(prf/ega)