INDRAMAYU, - Suasana kepanikan tampak di halaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Rabu . Teriakan minta tolong menggema, warga berlarian, dan petugas berjibaku mengevakuasi korban.Pemandangan itu bukan bencana sungguhan, melainkan simulasi tanggap darurat yang digelar untuk melatih kesiapan petugas menghadapi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Indramayu.Dari banjir bandang, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi, semua disimulasikan seolah nyata. Petugas gabungan bersama tim medis bahu membahu mengevakuasi warga yang diperankan oleh peserta simulasi. Suara sirene ambulans turut menambah dramatis suasana.Baca juga: Indramayu Waspada Banjir Rob hingga Angin Puting Beliung, Ratusan Personel DisiagakanAsisten Daerah (Asda) III Indramayu, Aan Hendrajana, mengatakan simulasi ini bertujuan melatih kesiapan seluruh petugas agar bisa bertindak cepat dan tepat ketika bencana melanda.“Selain simulasi kita juga gelar apel siaga bencana hidrometeorologi dan tadi saya juga sudah cek kesiapan peralatannya, sudah siaga semua dan sudah cukup lengkap, termasuk pasukannya,” ujar Aan.Ia menambahkan, semua unsur dilibatkan dalam kegiatan ini, mulai dari BPBD, Polri, TNI, Tagana, Damkar, hingga relawan. Menurutnya, simulasi seperti ini penting karena Indramayu merupakan daerah rawan bencana.“Indramayu ini secara geografis berada di pesisir utara Jawa Barat dan kerap dilanda banjir rob. Selain itu, banjir besar pun sering terjadi karena banyak sungai yang meluap, hingga potensi angin puting beliung,” katanya.Aan juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik petugas. “Terakhir kami juga berpesan untuk kesehatan para tim. Kalau mereka tidak sehat, bagaimana nanti mereka melakukan penyelamatan,” ujarnya.Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, menambahkan, status siaga darurat telah diterapkan di Kabupaten Indramayu untuk menghadapi musim penghujan tahun ini.“Status siaga darurat ini kita terapkan sejak Agustus dan mudah-mudahan jangan sampai naik menjadi tanggap darurat,” kata Oce.Sementara itu, salah satu relawan, Selamet Hidayat (45), mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman penting dalam menghadapi situasi darurat.“Pelatihan sangat bermanfaat, terutama simulasi banjir. Di sini, banjir sering terjadi,” ujarnya.Menurutnya, setiap bencana memiliki tantangan tersendiri, namun ia bersama relawan lain berkomitmen membantu petugas semampu mereka dalam memberikan pertolongan pertama.Simulasi ini, kata Selamet, bukan hanya latihan teknis, tetapi juga sarana membangun ketangguhan mental para petugas dan relawan di lapangan.
(prf/ega)
Teriakan Minta Tolong Warnai Simulasi Bencana di Indramayu
2026-01-12 07:45:47
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:25
| 2026-01-12 06:02
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 05:41










































