BERITA FOTO: Jejak Kerusakan Ekologis di Banjir Tapsel, Gelondongan Kayu Hantam Permukiman Desa Garoga

2026-01-12 05:59:31
BERITA FOTO: Jejak Kerusakan Ekologis di Banjir Tapsel, Gelondongan Kayu Hantam Permukiman Desa Garoga
- Desa Garoga di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kini berubah menjadi kawasan yang nyaris tak berwujud.Desa yang berada di perbatasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan itu luluh lantak setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor.Wartawan Kompas.com, Ridho Danu Prasetyo melaporkan, hamparan lumpur cokelat, puing bangunan, serta ribuan gelondongan kayu menggantikan rumah-rumah yang dulu menjadi tempat tinggal warga.Baca juga: Menteri LH Temukan 200 Hektar Perkebunan Sawit, Perparah Banjir di Desa GarogaSuasana desa sepi, hanya terdengar suara mesin alat berat yang terus bekerja. Akses menuju desa juga terputus karena jembatan utama ambruk diterjang material kayu dan debit air besar.Para petugas dan warga harus berjalan kaki membawa logistik melintasi reruntuhan dan jembatan darurat dari gelondongan kayu.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Desa Garoga, desa yang hilang diterjang banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera UtaraBencana yang terjadi di Garoga bukan sekadar banjir biasa. Peristiwa ini merupakan kombinasi dari hujan berintensitas tinggi, longsor besar, dan tumpukan material kayu yang menghantam desa dari arah hulu sungai. Kondisi inilah yang membuat seluruh permukiman rata dengan tanah.Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri kokoh kini hilang tertutup tanah setinggi lebih dari satu meter. Hanya beberapa bangunan yang masih terlihat, namun dalam keadaan rusak berat.Baca juga: Ribuan Kayu Gelondongan Terlihat di Desa Garoga Tapanuli Selatan, Wargapun Bertanya-tanyaMasjid dan madrasah di desa itu juga tak luput dari kerusakan. Tiang-tiang bangunan patah, atap miring, dan lantai dipenuhi lumpur pekat.Di sepanjang jalan menuju desa, kerusakan juga tampak pada wilayah sekitar. Jembatan penghubung Tapanuli Tengah–Tapanuli Selatan putus total, sehingga mobilitas warga dan bantuan terhambat.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Gelondongan kayu di Desa Garoga, Tapanuli Selatan yang hilang ditelan banjir dan longsor Banyak warga yang kini hanya bisa berdiri di atas lahan kosong yang dulunya rumah mereka. Mereka menatap tumpukan lumpur dan kayu sambil mencoba memahami kenyataan bahwa kehidupan mereka berubah dalam hitungan menit.Ida Rohana Simamora, salah satu warga yang selamat, menggambarkan detik-detik bencana terjadi."Rumah saya hanyut terbawa air, enggak ada yang bersisa. Itu didorong itu ke sana semua. Iya, diratakan lah sama air," ujarnya.Baca juga: Warga Garoga Tetap Ingin Pulang Meski Rumah Disapu Banjir: Ke Mana Lagi Awak Pulang?Ida menjelaskan bahwa gelondongan kayu datang lebih dulu sebelum banjir besar."Kayu yang besar, barulah ikut air besarnya lagi. Kayu sama air besar lah sekaligus, dari atas gunung," tambahnya.Hal serupa diungkapkan Nurbaiti, warga lainnya. Ia mengaku heran karena banjir biasa tidak pernah membawa kayu dalam jumlah besar.


(prf/ega)