Danantara Angkat Anak Buah Menkeu Purbaya Jadi Komisaris BNI

2026-01-12 19:36:30
Danantara Angkat Anak Buah Menkeu Purbaya Jadi Komisaris BNI
JAKARTA, - Badan Pengelola Investasi Daya Anggara Nusantara (Danantara Indonesia) dan Badan Pelaksana Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menetapkan Febrio Nathan Kacaribu sebagai komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), menggantikan Suminto yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.Febrio saat ini menjabat Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).Pemberhentian Suminto sendiri didasarkan atas penugasannya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan sejak Oktober 2025.Perubahan anggota dewan komisaris BBNI diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin .Baca juga: BNI Pastikan Layanan di Sumatera Kembali Normal Usai Banjir“Masa jabatan Bapak Suminto sebagai Komisaris Perseroan berakhir sejak 8 Oktober 2025 dan pengukuhan pemberhentiannya ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa ini,” ujar Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan lewat keterangan pers.Di sisi lain, BBNI memastikan terus memperkuat arah kebijakan, struktur tata kelola, serta kesiapan perseroan menghadapi tahun buku 2026.Lewat RUPSLB, perseroan melakukan penyesuaian terhadap dinamika, regulasi, sekaligus penguatan fondasi bisnis.Untuk diketahui, BBNI menutup kuartal III-2025 dengan kinerja keuangan yang solid di tengah dinamika ekonomi global.Capaian tersebut ditopang oleh penguatan fundamental, efisiensi pendanaan, serta transformasi digital yang berkelanjutan.Hingga akhir September 2025, penyaluran kredit BNI mencapai Rp 812 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).Pertumbuhan kredit tercatat lebih seimbang dan sehat di seluruh segmen bisnis.Kredit korporasi tumbuh 12,4 persen yoy menjadi Rp 451 triliun.Sementara itu, segmen menengah dan UMKM non-KUR masing-masing meningkat 14,3 persen yoy menjadi Rp 120 triliun dan 13,9 persen yoy menjadi Rp 46 triliun.Dari segmen konsumer, kredit tumbuh 9,6 persen yoy menjadi Rp 150,2 triliun, didorong oleh peningkatan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR), personal loan, dan kartu kredit.Pada level grup, kredit usaha anak perusahaan meningkat 15,3 persen yoy menjadi Rp 17,4 triliun.


(prf/ega)