Kisah Asmara Lintas Benua, Saat Gadis Luwu Dinikahi Pria Asal Sudan

2026-01-12 04:25:25
Kisah Asmara Lintas Benua, Saat Gadis Luwu Dinikahi Pria Asal Sudan
LUWU, – Pernikahan seorang gadis asal Dusun Salumakarra, Kelurahan Noling, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendadak viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.Pernikahan ini menarik perhatian publik karena mempertemukan dua insan dari latar belakang benua berbeda, Asia dan Afrika.Pengantin perempuan, Alifah Alidain Nur (29), resmi dipersunting pria asal Sudan, Malik Maluil Jok (32), dalam prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat pada Sabtu . Sejumlah foto dan video pernikahan tersebut tersebar luas di media sosial dan menyedot perhatian warganet.Baca juga: Gempa M 4,7 Guncang Luwu Timur, Berpusat di DaratWarganet menyoroti perbedaan latar belakang budaya kedua mempelai yang berpadu secara harmonis dalam prosesi pernikahan bernuansa lokal.Dalam akad nikah, Alifah tampil anggun mengenakan busana pengantin bernuansa Islami yang dipadukan dengan adat Tana Luwu. Sementara itu, Malik mengenakan busana formal dengan sentuhan budaya asal Sudan.Pernikahan lintas negara ini turut menjadi perhatian warga sekitar. Selain karena jarak geografis yang jauh, pernikahan tersebut juga memadukan perbedaan budaya, bahasa, dan latar belakang sosial yang kontras.Sejumlah warga Dusun Salumakarra mengaku bangga dan terharu menyaksikan pernikahan tersebut. Mereka menilai pernikahan lintas bangsa ini menjadi bukti bahwa perbedaan kebangsaan dan budaya bukanlah penghalang untuk membangun rumah tangga.Baca juga: Bupati Luwu Timur Umrah di Tengah Larangan ke Luar Negeri, Gubernur Sulsel Beri Penjelasan“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, warga Salumakarra, karena pernikahan ini membawa nama daerah kami hingga dikenal luas,” ujar Rusdin, salah seorang warga setempat.Selain ramai diperbincangkan, pernikahan ini juga dinilai memiliki nilai sosial dan budaya, terutama dalam memperkenalkan sikap toleransi, keberagaman, serta keterbukaan masyarakat lokal terhadap budaya asing, tanpa meninggalkan nilai agama dan adat setempat.Usai melangsungkan pernikahan, pasangan suami istri tersebut untuk sementara berada di luar daerah. Keduanya diketahui berada di Kota Makassar untuk mengurus sejumlah keperluan pascapernikahan.“Iya, kami sekarang berada di Makassar. Kalau soal pernikahan kami, bisa menemui kakak saya,” ujar Alifah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin .


(prf/ega)