AGAM, - Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat masih hidup dalam gelap. Listrik hanya mengalir di posko bantuan banjir bandang di dekat bibir sungai.Warga Jorong Subarang Aia, Tanti (50) misalnya. Ia tinggal sekitar tiga kilometer dari batas jalan yang kini bisa diakses. Jaringan listrik di kampungnya putus. Banjir bandang merobohkan tiang-tiang listrik yang berdiri tegak.Baca juga: Banjir Bandang Agam Membuat Listrik Mati, Warga Ini Cas Handphone Pakai Aki Motor"Listrik enggak ada. Kalau malam itu saya pakai lilin, kadang juga pakai lampu dari minyak tanah," kata Tanti saat ditemui di dekat posko bantuan, Minggu siang.Demi setitik cahaya di rumahnya, ia harus mencari minyak tanah di seberang sungai. Jarak menyeberang sungai dan ladang lumpur bebatuan sekitar 200 meter. Di titik ujung, Tanti masih harus berjalan ke arah Pasar Koto Alam sekitar 200 meter lagi untuk mendapatkan minyak tanah. Di Jorong Koto Alam, ia menyebut masih ada yang menjual minyak tanah. "Itu beli di warung harganya Rp 18.000 sebotol air mineral sekitar 1,5 liter," ujar Tanti.Baca juga: Jembatan Darurat di Agam Hancur, Warga Menyeberang Pakai Batang PohonIa tak banyak mengandalkan lilin saat malam hari tiba. Menurutnya, lilin hanya bisa menyala sekitar dua jam.Soal memasak, ia juga menggunakan bantuan minyak tanah untuk menyalakan tungku api. Minyak tanah baginya seperti penyelamat saat malam hari."Ya sudah 10 hari seperti ini sejak banjir terjadi tanggal 27 kemarin," pungkasnya.H Suasana di Jorong Subarang Aia, Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Minggu siang. Jorong Subarang Aia saat ini masih terisolasi dari akses listrik.Jorong Subarang Aia ada di sisi seberang Jalan Padang Koto Gadang yang dipisahkan sungai. Sebelum terjadi bencana banjir bandang, Jorong Subarang Aia bisa diakses menggunakan kendaraan motor maupun mobil dari Jorong Koto Alam.Jorong Subarang Air berada di perbukitan. Mayoritas lanskap yang terlihat di Jorong Aia adalah sawah. Beberapa ada lahan sawit di dekat rumah warga.Di kiri dan kanan, rumah-rumah warga terletak berjarak cukup jauh. Ada beberapa jenis pohon buah yang tumbuh seperti durian, pisang, dan rambutan.Baca juga: Kisah Petani Agam Kehilangan Segalanya Usai Banjir Bandang: Saya Tak Tahu Harus ApaHidup di kampung dengan lanskap seperti itu tentu sunyi. Kehidupan malam pun makin diperparah tanpa aliran listrik.
(prf/ega)
Malam Hari Tanpa Listrik, Warga Subarang Aia, Agam Bertahan dengan Lampu Minyak Tanah
2026-01-11 14:34:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:15
| 2026-01-11 15:06
| 2026-01-11 14:34
| 2026-01-11 14:17
| 2026-01-11 13:57










































