Wakil Bupati Kendal Protes Pemprov Jawa Tengah soal Banjir: Pak Gubernur Harus Tau

2026-02-02 21:32:57
Wakil Bupati Kendal Protes Pemprov Jawa Tengah soal Banjir: Pak Gubernur Harus Tau
KENDAL, - Wakil Bupati Kendal Beny Karnadi menyampaikan protesnya soal banjir kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah di depan pimpinan dan anggota DPRD Kendal, Rabu .Ia memprotes pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah tidak maksimal dalam menormalisasi sungai-sungai di Kendal, yang pembangunannya menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di antaranya sungai Aji dan Kalibodri.Beny menegaskan fungsi sungai Aji seperti hilang, sebab sudah bertahun-tahun tidak ada reklamasi.Akibatnya, jika turun hujan sering terjadi banjir karena sungai tidak bisa menampung air.Padahal di sekitar sungai Aji ada pasar tradisional.“Selasa kemarin banjir, padahal hujannya cuma sebentar. Akibatnya banyak dagangan di pasar Gladak di samping sungai Aji kebanjiran. Kasihan mereka,” kata Beny yang hadir mewakili bupati dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kendal. Baca juga: 8.300 Warga Semarang Masih Terdampak Banjir, Ketinggian Hampir 1 MeterTidak cuma itu, lanjut Beny, masyarakat desa Kabonharjo dan Lanji, Kecamatan Patebon, juga was-was jika turun hujan.Mereka takut tanggul Kalibodri jebol dan menimbulkan banjir bandang seperti tahun kemarin.Ia berharap penanganan tanggul Kalibodri yang tergerus arus air segera diperbaiki.Beny mengaku apa yang ia sampaikan ini adalah suara rakyat.Rakyat tidak peduli siapa yang bertanggung jawab menangani sungai tersebut.Baca juga: Gatal-gatal Serang Warga Kampung Tugu, Daerah Terparah Banjir Sukabumi“Pak gubernur (Ahmad Luthfi) mungkin tidak tahu dan ini harus tahu. Sehingga secepatnya bisa memerintahkan kepala dinasnya untuk menangani sungai-sungai di Kendal. Sebab setiap hujan masyarakat was-was. Padahal tugas pemerintah membuat rasa aman masyarakat,” ujarnya.Sementara itu, koordinator dari Forum Petak Kali Bodri (Forum Peduli Tanggul Kali Bodri), Arif Fajar, menegaskan sampai kini perbaikan tanggul Kalibodri belum maksimal.Tanggul masih banyak yang ‘kroak’.“Kemarin waktu turun hujan deras dan air sungai tinggi, kami secara bergantian mengontrol tanggul. Kami masih trauma dengan kejadian tahun kemarin,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-02 21:32